EUFORIA
Namun, jika tak kulepaskan, dia tidak akan mau menanggapi kata-kataku.
Tidak dipungkiri, sekarang aku jadi semakin bersemangat untuk menikmatinya, melihat wajah sombongnya itu padam. Dan tekad mulai muncul di diriku, semakin membesar seperti api yang tersulut panas dengan suhu lebih tinggi.
Dan akhirnya, kulepaskan tangan Karina, tetapi dengan menjaga segala macam kemungkinan.
Hanya saja, satu kemungkinan yang tidak terpikirkan dalam kepalaku.
Hot Chapters