Seumur Hidup Terlalu Lama
Ia menunduk sejenak, seolah menimbang sesuatu, lalu mengangkat wajahnya kembali.
"Kalau begitu... bolehkah aku berbincang sebentar denganmu?"
Uma menarik napas dalam, memindai arlojinya sekilas.
"Boleh. Tapi hanya sebentar ya, Mas. Sudah malam."
Genta mengangguk setuju.
"Nanti aku akan mengantarmu, kalau kamu mau."
"Tidak usah repot-repot, Mas," potong Uma cepat, suaranya meninggi.