Penyesalanku
ucap Sandi, diantara isak tangisnya.
"Maaf, keputusanku sudah bulat, aku ingin segera mengakhiri pernikahan kita," tegasku.
"Ku akui, aku memang salah, sudah melakukan kebohongan besar, sudah menipumu, seolah-olah aku wanita baik-baik. Semua manusia punya masa lalu, semua orang punya salah, tapi pintu taubat selalu terbuka, selama nyawa masih dikandung badan. Tidakkah kau berfikir begitu, Mas?" ucap Sandi dengan berderai air mata.
Hot Chapters