Jangan Pernah Mengusik Istri Sahabat
Sambil menahan gejolak di kepala, aku memberanikan diri menggenggam tangan mungilnya dan berkata, “Wanita lain kalau kulihat sekali saja sudah cukup, tapi kalau kamu, rasanya nggak akan pernah cukup.”
Tak disangka, Jena tidak marah. Dia malah tertawa pelan, memperlihatkan dua lesung pipinya yang manis.
Dia menarik tangannya kembali dan berkata, “Jangan menggodaku terus! Jangan lupa tujuanmu ke sini untuk apa. Ayo, cepat belajar.”
Aku pun ikut tertawa. Mungkin Jena benar-benar mengira aku hanya bercanda, jadi aku pun menimpali candaannya, “Hari ini aku gurumu, murid harus patuh dengan gurunya.”
Hot Chapters