Dikejar Lagi oleh Istri CEOku
Jika bertarung secara langsung, pesilat membutuhkan pedang, tongkat, atau senjata lainnya.
"Ya sudah, kucari senjataku dulu." Luther mengangguk, lalu memandang ke sekeliling. Segera, dia menemukan targetnya.
Luther menghampiri sebuah pohon besar, lalu mematahkan dahannya dan mengayunkannya. Dia mengangguk dengan puas sambil berujar, "Nah, ini senjataku."
Sudut bibir Karif sampai berkedut melihatnya. Untuk sesaat, dia tidak bisa berkata-kata. Bukan cuma Karif, tetapi semua orang di sekitar. Mereka termangu melihat tindakan Luther ini.
Hot Chapters