Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SENYAWA

SENYAWA

Ada senyum tersungging di bibir Varo mendengar ucapan Meera. “Ga usah takut sama aku, Ra. Aku udah jinak,” ucap Varo sambil melihat Meera di pantulan pintu lift. “Iya, aku tahu, kok,” ucap Meera lagi. Ia sedikit mencengkeram tas sandang yang dipegangnya, rasanya sangat canggung di dalam satu lift dengan Varo. “Memang ada acara apa sampai harus pulang cepat, Ra?” tanya Varo penuh selidik, matanya pun ia picingkan demi melihat gerak gerik Meera dari pantulan pintu lift.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as sensitive
Read
+Library
Hati yang lemah

Hati yang lemah

fireee eoeoeo fireee. .ssak da bultebora bow bow bow' Levi Sweatdrop melihatku yang sebelumnya mengalami gejala 4 L , letih, lelah, lesu, lemas. Menari dengan semangat yang membara di sekujur tubuhku.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as sensitive
Read
+Library
SaDriS

SaDriS

Aku menggigit bibir bawahku saat sadris mulai memegang bagian paling sensitif ku,dan aku merasa ada air yang menetes keluar dan membasahi celanaku. Aku kaget saat melihat dia ingin membuka celanaku dengan cepat aku membuka bajuku dan menarik kepala lelaki itu ke arah dua bukit kembar ku yang menurutku tidak terlalu besar,ini kulakukan agar ia tidak membuka celanaku,dan benar ia sangat menikmati salahsatu dari bukit itu...
9.63.0K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as sensitive
Read
+Library
Rahasia Senja

Rahasia Senja

"Aku nggak bela Gafi. Tap—" "Nggak bela? itu kamu ngomong tapi-tapi. Tapi apa? Hah?" potong Aldi dengan mata yang penuh kilat emosi. "Nggak gitu, Di. Aku cuma nggak suka liat kekerasan. Udah itu aja. Kenapa sih, kamu nggak ngerti?" jelas Senja, yang kini merasa kesal dengan pemikiran Aldi yang terlalu over.
9.97.5K viewsOngoingAdded to Library 164 Times as sensitive
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Manik mata pria itu mengikuti gerakan sensual Emine, menaruh botol wine, lalu mengikis jarak dan perlahan mengambil duduk di atas tungkai Can. Pria itu tertegun, beralih menegakkan tubuh seraya tidak menolak rangkulan perempuan itu di bahu, menatap dirinya dengan duduk menyamping. Jemari lentik Emine memberikan sengatan layaknya listrik di sekitar kulit tengkuk dan lehernya. “Aku sangat membenci kebiasaanmu dengan minuman seperti ini.” “Cairan itu tidak sehat dan aku bisa mengkhawatirkanmu berkali lipat jika terjadi hal buruk dengan fungsi tubuhmu, Sayang,” bisik Emine menggetarkan tubuh Can.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as sensitive
Read
+Library
Difficult

Difficult

tanya wartawan tersebut langsung. Pertanyaan wartawan tersebut seketika membuat suasana menjadi dingin, wartawan yang ada langsung fokus pada pertanyaan tersebut dengan menatap Fransiska dan Leo yang seakan menunggu jawaban. Leo bisa merasakan tangan Fransiska yang dingin saat tangan mereka saling menggenggam satu sama lain, dan pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat-sangat sensitif.
6.7K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as sensitive
Read
+Library
Mas Sena

Mas Sena

ucap Sena “Hah, maaf lo dah basi. Gak guna, kadaluarsa,”ucap Zelin memalingkan pandangannya “Zel, aku bener bener khilaf waktu itu, dan tolong dengerin penjelasanku sekali lagi, “ucap Sena memohon “Gue gak butuh penjelasan lo, mending sekarang lo pergi dari sini. Sebelum gue minta petugas keamanan seret lo dari sini,”ucap Zelin mengancam
102.8K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as sensitive
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

sahut Rendra dengan suara berat yang serak. Tangan Rendra bergerak lincah diatas bukit kembar Selin. Kemudian tangan yang satunya turun kebawah menyusuri perut rata Selin hingga ke bagian sensitifnya. Rendra memasukkan satu jari tangannya dan menggeseknya pelan, membuat tubuh Selin menegang. Selin memejamkan mata rapat-rapat dan meremas pinggiran bathub, saat merasakan ritme sentuhan tangan Rendra yang semakin lama semakin cepat menjadi lebih menuntut.
10832 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as sensitive
Read
+Library
SELINGKUH

SELINGKUH

Hola, happy reading and enjoy! Chapter 15 Seks Kilat di Kamar Mandi Sean adalah kapten pemain basket di SMA, bahkan saat ini ia masih aktif bermain basket bersama tim nasional. Bukan hanya prestasinya yang membuat siapa pun akan berdecak kagum, Sean juga memiliki paras rupawan. Dengan tinggi 198 cm dan wajah yang rupawan bak dewa Yunani, di SMA dulu gadis mana yang tidak dapat ditaklukkan oleh Sean.
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 590 Times as sensitive
Read
+Library
HURT

HURT

Desember 2018, Hongdae. SIAL! Cho Ae Ri meletakkan pensilnya dengan gusar seraya mengempaskan punggung ke sandaran kursi. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya lagi dengan perlahan. Perasaan tak nyaman yang melanda Ae Ri sejak semalam masih saja tak mau hilang, bahkan semakin menjadi-jadi hingga membuat dadanya serasa mau meledak.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as sensitive
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status