KESEPIAN ABADI
Tetapi usahaku sia-sia, mereka justru semakin kencang memegangi kedua tanganku, mataku masih melirik Toni, berharap pria itu bisa membantuku, aku yakin dia paham semua ini, aku tahu dia mengetahui bahwa aku tidak sakit secara fisik, jadi aku tidak perlu berada di sini.
“Toni..”
Aku masih berusaha memanggil namanya di sisa kesadaranku yang semakin menipis.
“Kamu hanya perlu istirahat, sayang.”
Aku masih mampu mendengar suara Toni sebelum kegelapan menyergapku, perlahan rasa sakit di badanku mulai menghilang seiring mataku yang mulai terpejam dan sulit aku buka.
///
Bab Populer