Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

“Apa dia menginginkan bunga? Kenapa tak bilang, aku bisa petik dari langit. Cantik sekali sayangku yang kedua. Baguslah tak perlu bersusah payah aku menjelaskan padamu.” Sementara itu … “Benar ini bunga calendula. Rasanya pahit, tajam, dan agak sedikit sakit ketika dimakan. Tapi tidak apa-apa, ini demi kebaikannya.” Dira kemudian memetik sampai lima bunga liar berwarna biru yang tumbuh di hutan. Sensasi rasanya nanti bisa membuat orang berbicara lebih lega. Manalah tahu setelah berbicara, tuan tanpa nama itu akan sedikit membaik kejiwaannya. Begitu pikir Dira saking polosnya.
1028.8K viewsOngoingAdded to Library 806 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
The Present Of Love

The Present Of Love

“Aku ingin mempersuntingmu, 'Tuk yang pertama dan terakhir.” Getaran itu semakin terasa hebat saat mendengar suara laki-laki yang amat ia kenali menyanyikan dua lirik itu. Di depan sana, Aksara berdiri gagah dengan sebuket bunga di tangan kiri dan tangan kanan yang memegang mic. Romantis sekali. Kapan lagi dirinya mendapatkan keromantisan ini?
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 259 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
Pendekar Pedang Tengkorak

Pendekar Pedang Tengkorak

“Aku tidak punya alasan.” “Padahal kau punya kesempatan.” “Kau juga.” Cempaka tersenyum semakin lebar. “Jawaban yang menarik.” Ia melangkah mendekati bunga itu, lalu berjongkok. Dengan hati-hati ia memetik setangkai Bunga Embun Bulan tanpa merusak batang lainnya. Bunga itu kemudian disodorkan kepada Catra. “Ambillah.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

jawabku dengan penuh senyum. "Sudah jangan petik ini lagi, bunga - bunga akan lebih cantik dan hidup jika kamu tidak memetiknya, lihatlah itu ada tulisan dilarang memetik bunga!" ucapku sambil menunjuk papan kayu bertulisakan larang memetik bunga lengkap dengan gambar tangan memetik bunga yang di coret. "Iya, apapun perintahmu Azalea!" ucapnya kepadaku dengan tatapan romantis.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 236 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

Yeh mausam ki baarish Yeh baarish ka paani Yeh paani Ki bondein Tujhe hi toh dhoondhe … Aku terus berjalan pada Bang Fahri yang juga berjalan padaku. Aku mengulurkan tangan padanya bak gaya artis film India yang lagi jatuh cinta. Manisnya Bang Fahri juga mengulurkan tangan padaku, hingga kini kami berdua menari di pematang sawah. Aku membelalakkan mata mendengar Bang Fahri menyambung lirik lagu yang kunyanyikan.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Maper hardening ponco, saben ulesing netro *Mengendalikan panca indera (dalam) setiap kedipan mata Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan *Dilandasi belas kasih Sang Pemberi Kemulyaan Sang Hyang Jati Pengeran *Sang Maha Penguasa Sejati Penggalan liriknya mengajak mengingat pada Yang Maha Kuasa. Masuk ke lirik terakhir Suci tertidur. Wanita itu menyelesaikan jahitan tangannya, memandang pada bagian kebaya yang kembali rapi. Kebaya putih lama yang bagian lengannya robek, ia perbaiki berniat akan memberikannya pada perempuan muda di dipan itu.
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 963 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
Manusia Penakluk Dunia

Manusia Penakluk Dunia

Dari kudanya An bernyanyi, Jauh kuberjalan untuk pulang Di tanah cahaya dan gelap telah berjuang Rekan yang ku panggul telah terlelap Oh ribuan nama yang susah diingat Jangan lupakan Jangan lupa, kawan Aku pun mulai bertanya tentang seorang gadis berkucir bunga Sudahkah dia merasakan cintaku meluap-luap Oh mengapa aku tidak merasakan cintanya
1015.3K viewsOngoingAdded to Library 597 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
Malam Membara Bersama Pamanmu

Malam Membara Bersama Pamanmu

“Bolehkah aku memanggilmu seperti itu sekarang?” “Panggil apapun yang kamu suka.” Liora menunduk, memandang jemari mereka yang kontras ukuran tetapi anehnya Liora suka saat merasakan genggamannya yang hangat. “Kamu ... masih mau kembali lagi ke rumah kita, ‘kan?” tanya Kayden. “Hm ....” “Bunga Casablanca yang kamu tanam sudah berbunga berulang kali sejak kamu pergi, bunga peony-nya juga. Mereka hdup dan mungkin saja ... merindukanmu.”
1069.7K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as setangkai bunga padi lirik
Show Reviews (15)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang suami yang dikhianati istrinya menjadi seorang penulis kaya raya dan mendapatkan jodoh yang tidak disangka-sangka di novel berjudul DERITA WAJAH JELEK. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Almiftiafay
terima kasih sudah membaca ya (⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠) perjalanan kita kali ini ditemani oleh Liora yang baik hati dan Kayden yang dingin dan tak bisa ditebak. Thor sekali lagi ucapkan Selamat naik rollercoaster, jangan lupa kencangkan sabuk pengaman (⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)
Read All Reviews
Membawa Lari Anak Duke

Membawa Lari Anak Duke

Tanya Irina Anak itu pun memberika bunga Krisan emas yang ia bawa kepada Irina sambil tersenyum. "Bawalah bunga ini, aku memetiknya untuk mu." "Bunga Krisan?. Bukan kah ini bunga Keberuntungan?" Ucap Irina sambil menatap bocah itu Yang ditatap pun hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Irina dan kembali ke panti. Melihat hal itu pun Irina hanya mengedikan bahunya dan berjalan kembali menuju mobilnya sembari menggenggam bunga Krisan emas tersebut
107.3K viewsOngoingAdded to Library 248 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

Tuan Xavier mengulurkan tangan untuk mengusap daun telinganya. Raihana mengedipkan matanya, bibirnya melengkung saat dia menjawab: "Saya mengerti." "Bunga-bunga layu dan berguguran di malam hari, bunga-bunga membawa harumnya saat mereka mengapung ke tanah." Raihana berdiri di jembatan batu dan memandangi kelopak bunga merah yang mengapung di sungai, Dia tidak bisa tidak memikirkan dua baris puisi yang menggambarkan musim semi ini. Dia menyebarkan pakan ikan ke dalam air dan menyaksikan koi merah berubah menjadi segerombolan. Dalam suasana hati yang gembira, dia memerintahkan, "Salsa, besok di rumah Dinda, aku akan mengenakan gaun lengan lebar dengan motif bunga dan kupu-kupu. Musim semi yang
2.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as setangkai bunga padi lirik
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status