Waktu adalah Maut
Sebelum pergi, dia meninggalkan perintah, "Awasi dia. Biarkan dia berdiri selama sepuluh jam penuh."
Charin berdiri di sana dengan tubuh dilumuri anggur yang lengket, dan diperlakukan seperti monyet untuk ditonton orang banyak.
Hingga malam larut barulah dia diizinkan pergi.
Charin melewati dek kapal dengan langkah terhuyung-huyung. Dia kemudian bertemu dengan Adrian yang baru saja kembali dalam keadaan mabuk.
Charin hendak menghindar, tetapi tiba-tiba dia mendengar suara tubuh Adrian terjatuh, lalu hening sesaat. Sebab khawatir, Charin pun menoleh untuk memeriksa kondisinya.
Hot Chapters