KAMAR KEDUA
lanjut Satria, “mulai hari ini, semua komunikasi lewat saya. Anda siapkan data. Jalur. Proyek. Nama. Tanpa itu, tidak ada pembicaraan lanjutan.”
Anton terdiam beberapa detik. Lalu mengangguk. “Kami bisa siapkan.”
“Kapan?” tanya Satria.
Anton ragu. “Beberapa hari.”
“Besok,” kata Satria ringan. Bukan perintah keras, tapi tidak memberi ruang tawar.
Anton membuka mulut, lalu menutupnya lagi. “Baik.”
Satria berdiri. Isyarat bahwa pertemuan selesai. “Satu hal lagi,” katanya.