Menyerah
"Iya maaf, aku khilaf."
"Khilaf, khilaf. Mas, aku baru mempertimbangkan untuk memperbaiki hubungan kita, ya? Jadi nggak usah cari gara-gara dengan berulah, atau aku memilih pergi dari hidup kamu." Bisa kulihat, Nira serius dengan ancamannya.
"Iya maaf, aku ngaku salah. Janji nggak akan ngulangi lagi."
"Cepat mandi sana! Bukannya hari ini kamu harus kerja?" Suara Nira mulai melunak, meski nadanya masih ketus.
Hot Chapters