Ketika Pelakor Menggoda
Kuyakinkan diriku sekali lagi, Zahra akan menuai karma akibat ibunya.
“Saya pulang dulu, Pak Ramdhan,” pamit penghulu dan kedua saksi.
Ternyata mereka datang dengan kendaraan berbeda. Kupikir tadi mereka semobil dengan Mas Ramdhan.
Setelah kepergian mereka, Mas Ramdhan menatapku canggung. Mungkin bingung harus berkata apa, atau masih tidak percaya bahwa ia baru saja menikahi sahabat istrinya. Ah, bodo amat. Aku tak peduli pikirannya. Yang penting, aku telah sah menjadi istrinya.
Bab Populer