Dekapan Hangat Sang Mantan
"Tidak ada kekuatan hukum yang mengikat secara formal, tapi itu adalah janji suci antara kita berdua. Sebuah sumpah bahwa kita akan bekerja sama sampai akhir, apa pun yang terjadi. Tanda tangani ini, dan kita resmi menjadi mitra. Tidak ada jalan kembali setelah ini."
Ghea mengambil pulpen yang diberikan Devan, tidak ragu sedikitpun. Jari-jarinya menggenggam pulpen itu erat-erat, dan dengan gerakan mantap, dia menandatangani namanya di bagian bawah kertas itu dengan tulisan yang tegas dan jelas. Tanda tangannya terlihat kuat, penuh keyakinan, sangat berbeda dengan Ghea yang dulu, yang selalu ragu dan takut mengambil keputusan besar.