Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dimanja Tuan Mafia: Dia Memberiku Segalanya!

Dimanja Tuan Mafia: Dia Memberiku Segalanya!

“Pasti ada kemungkinan, kan? Kenapa Jay bisa kepincut dengan perempuan itu sampai sejauh ini?” Sunyi menggantung beberapa detik. Tangan Silvia perlahan mengepal di kedua sisi tubuhnya. Urat tipis di pergelangan tangannya terlihat menegang. Matanya menatap lurus ke depan, ke arah air mancur marmer putih di tengah taman. “Kalau memang ada yang aneh,” ucapnya akhirnya, suara rendah namun tajam, “tante akan menemukannya sendiri.”
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
DOA KUBUR TAK SEMPURNA

DOA KUBUR TAK SEMPURNA

Dia berdiri kaku di ambang pintu. Salimah membaca mantra dalam hati lalu mengusap wajahnya sebanyak tiga kali. Tiba-tiba telinganya berdenging. Wanita cantik dan biasa berperilaku genit ini merasakan suasana sekitarnya berubah menjadi sunyi. Tak ada suara apa pun, meskipun itu desir angin malam.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
MANTANMU JADI ISTRI BOS

MANTANMU JADI ISTRI BOS

Di antara desahan dan bisikan cinta, sebuah suara kecil mulai terdengar. Drrrrttt... drrrrttt... Ponsel Ali yang tergeletak di meja mulai bergetar. Tak lama, ponsel Dahlia juga ikut menyusul. Getaran demi getaran, terus menerus, seolah memohon untuk diperhatikan. Namun mereka tidak peduli. Suara itu masih tertahan oleh mode silent. Mereka masih saling membisiki, saling menyentuh, saling mengisi satu sama lain dengan cinta yang mendalam.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Bukan dengan jebakan atau senjata, tapi dengan apa yang belum pernah mereka maafkan baik pada orang lain, maupun pada diri mereka sendiri. Tiba-tiba, salah satu cermin di hadapan Alura bergetar hebat. Retakan menyebar, lalu meledak dan dari dalamnya, keluar sosok seorang wanita dengan wajahnya sendiri. Tapi bukan dirinya. Wanita itu tersenyum dingin, rambutnya panjang hingga menyapu lantai, matanya sama namun kosong. “Silvanna…” bisik Rafael, pelan namun pasti.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Kata-kata yang dulu begitu mudah diucapkan kini menjadi serpihan yang menusuk, menggantung di tenggorokan, menolak keluar. Tiba-tiba, suara langkah terdengar dari arah belakangnya, pelan namun jelas, memecah keheningan yang pekat. Satrio menoleh perlahan, napasnya tercekat, dan di antara kabut dan hujan, ia melihatnya. Sosok wanita itu—Kalina—berdiri tanpa payung, rambutnya basah tergerai, matanya merah menyala dalam gelap. Di wajahnya, ada senyum tipis yang mencabik, bukan senyum manusia, melainkan senyum yang membawa beban rahasia gelap, senyum yang dingin seperti cengkeraman kematian.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Wanita itu tersenyum "Silvan akhirnya kamu sadar juga ! sudah 2 bulan kamu terbaring !" Zelda memandang wajah si wanita " Silvan ? siapa itu Silvan ? " . Zelda melihat kartu Nama Pasien " Silvan Austin" . Zelda memegang kepalanya "Maaf anda siapa ?" Wanita itu terdiam dan menyentuh tangan Zelda " Aku Silvia Firizkia aku kakamu , mungkin ingatanmu belum kembali ! kamu sudah terbaring di sini selama 2 bulan " .
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

​Dari celah itu, terdengar sebuah bisikan yang sangat pelan namun mampu membuat seluruh bintang di langit Nuranipura bergetar karena ketakutan. ​"Kalian pikir kalian telah benar-benar menang?" bisik suara itu, terdengar seperti angin dingin yang menusuk tulang. "Kalian hanyalah sekadar warna yang menari di atas kanvas yang akan segera membusuk dimakan waktu. Aku adalah 'The Eternal Silence', dan aku datang untuk membungkam setiap kata yang pernah kalian ucapkan."
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Silent love

Silent love

gumam letta sendirian Letta menaruh tas dan duduk di sofa sambil mengelus perutnya sambil tersenyum manis Karena merasa haus letta pergi ke dapur mencari minum, belum sempat ia sampai ke dapur terdengar suara yang tak asing dari lantai dua. "kok ada suara perempuan" gumam letta sambil menuju perlahan ke lantai atas Matanya terbelalak kala melihat sepatu dan baju khas perempuan berserakan di depan kamarnya, jantungnya berdegup kencang namun masih berusaha untuk berpikir positif. Dibukanya pintu secara perlahan, letta hanya terdiam terpaku tanpa kata, letta seperti tak percaya dengan yg disaksikan di depannya. Rey sedang bermesraan dengan wanita lain di kamar mereka.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Benih Cinta Dalam Ruang Direktur

Benih Cinta Dalam Ruang Direktur

Ia hanya membiarkan suara itu mengisi keheningan kamar, menemani detik demi detik yang berlalu. “Suaranya benar-benar memabukkan di saat seperti ini,” batin Aneya mengakui hal tersebut. Kelopak mata Aneya terasa semakin berat. Suara statis yang sesekali muncul dari panggilan itu berpadu dengan senandung rendah milik Ravin yang terdengar samar dari seberang, menciptakan irama menenangkan dan perlahan mengikis sisa kesadarannya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

kosmik yang mendalam dan tak terhindarkan untuk kembali. Dan dalam keheningan mutlak itu, sebuah pemahaman muncul dalam diri kami. The Silence tidak menyerang kami karena benci. Ia "menyerang"—dengan Amnesia-nya yang adalah efek samping—karena keberadaan kami, dengan ingatan dan narasi kompleksnya, adalah pengingat akan perpisahan itu. Dengan melahap ingatan, ia berusaha mengikis perbedaan-perbedaan yang memisahkan, berusaha kembali kepada keadaan di mana tidak ada cerita, tidak ada pilihan, tidak ada rasa sakit... karena tidak ada apa-apa.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status