Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Ponselku berbunyi, ada pesan masuk dari Arvin. [Aurelia, mumpung masih muda, pergilah keluar dan lihatlah dunia seluas-luasnya.] [Laki-laki di dunia ini ada begitu banyak, jangan cuma terpaku padaku saja.] [Lalu, cepatlah istirahat.] Di tengah kegelapan malam, tiga baris pesan yang berderetan di layar itu tampak makin lucu saat terus dipandangi.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as silent words
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as silent words
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Ada balon, bunga, dan kain yang terlentang panjang. "Aku dimana? Ini indah sekali," gumam Gea takjub. Gea memutar dirinya beberapa kali, hingga dia menghadap ke sebuah ruangan lain, bersamaan dengan itu, lampu menyala terang di depannya. Gea refleks menutup matanya karena silau. "Happy birthday to you … happy birthday to you … happy birthday, happy birthday … happy birthday, Gea …."
9.889.6K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as silent words
Read
+Library
Falling for the Mafia’s Embrace

Falling for the Mafia’s Embrace

Ruangan mendadak terasa sunyi. Bukan sunyi biasa. Tapi sunyi yang berat, seperti seluruh oksigen tiba-tiba memutuskan untuk pergi, meninggalkan mereka berdua dalam ruang hampa. Hanya suara pendingin ruangan yang samar terdengar, berdengung seperti nyamuk di telinga. Tatapan mereka bertemu. Sierra menunggu. Berharap.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as silent words
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

dan menolak semua emosi dan koneksi sebagai "kotoran duniawi" Penduduk desa memiliki mata yang kosong dan suara yang datar. Mereka telah mengasingkan diri dari keluarga mereka, berhenti bercerita, berhenti bernyanyi. Desa itu sunyi—terlalu sunyi. Ini adalah karya The Silence. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan bujukan halus—meyakinkan mereka bahwa dengan melepaskan makna, mereka akan menemukan kedamaian.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as silent words
Read
+Library
UNSPOKEN PAIN

UNSPOKEN PAIN

(And a thousand violins begin to play, Or it might be the sound of your hello, That music I hear, I get misty, whenever you're near. Can't you see that you're leading me on?) Lirik itu semakin dalam maknanya, hanya bergerak perlahan tapi begitu syahdu. "Boleh kah, malam ini, aku memiliki wanita cantik ini seutuhnya?" "Coba tebak." bisik Ilana. Laki-laki itu menggigit kecil telinga wanita itu karena gemas.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 645 Times as silent words
Show Reviews (33)
Read
+Library
Lusia
Sebenarnya Harry mencontohkan kakak yg baik, tpi ya jngn berlebihan? Di sini, tokoh Illana bikin penasaran, sesabar apa punya pacar macam Harry. Harry protektif sama Adora karena punya rahasia? Novel bikin penasaran pembaca nih?
Rizka Ahmed Syukri
Aduhh Nana kalo aku jadi kamu, stop sampai disini deh, mending malu n sakit ati dari sekarang (batal nikah) daripada nanti pas uda sah, lagian bahaya ini, si butbut aku peta aku prta bisa jadi obsesi nih sama Harry, nyawamu bahaya atau kamu bakal makan ati terus
Read All Reviews
Sihir Cinta Sang Rembulan

Sihir Cinta Sang Rembulan

"Yah, aku sedang mengusir penyihir yang serakah seperti mu, Ayahanda!" "Keras sekali kamu berbicara terhadap Ayahanda mu sendiri, bisakah ada bahasa yang lebih halus sedikit?" "Tidak ada," jawab Quesha. Sekarang yang Quesha pikirkan adalah keselamatan dirinya yang sedang terancam, dalam hal ini. Sang rembulan tidak puas untuk melakukan serangan pada Quesha dengan sihirnya. "Musnahlah kamu, Queshaaaaa!"
104.8K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as silent words
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Lagi, seakan belum cukup rasa terkejutnya, Ame berlari menuju orang itu. "Jangan berlari!" teriak Kafta menegur Ame, sedangkan Nina masih berusaha mengumpulkan kesadarannya. Ia terlalu tidak paham kenapa Tuhan membuatnya merasakan sesak sedalam ini. Sebenarnya apa lagi yang Tuhan rencanakan untuknya? "Ayo om, Ame kenalkan pada Kak Nina!" Samar-samar Nina kembali mendengar langkah kaki menuju ke arahnya.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as silent words
Read
+Library
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Setiap kata seperti guntur yang meledak di telinga Sandi. Seluruh tubuhnya gemetar hebat, wajahnya tampak bingung dan putus asa. Dadanya terasa seperti dihimpit batu besar, membuatnya sulit bernapas. Dia mengepalkan tinjunya erat-erat, nadanya penuh dengan rasa sakit yang tidak bisa ditahan. "Aku tahu! Aku tahu semuanya .... Tapi, aku nggak bisa mengendalikannya!"
27.2K viewsCompletedAdded to Library 815 Times as silent words
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status