Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi

Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi

Ia terus membaca tanpa jeda. Suasana kamar begitu sunyi, hanyasuara serangga malam yang terdengar dari luar jendela. Sesekali ia membalik halaman dengan hati-hati, pokoknya jangan sampai mengeluarkan suara terlalu keras. Lalu ia tiba di satu halaman dengan ilustrasi. Elia berhenti.
10562 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as silent reading
Read
+Library
Suami Lumpuh yang Disia-Siakan Ternyata Pewaris

Suami Lumpuh yang Disia-Siakan Ternyata Pewaris

"Maksud lo?" ​Arya mendekat, berbisik seolah-olah dinding kamar itu punya telinga. "Aku pernah baca artikel di dark web. Ada ritual yang namanya 'The Silent' Mereka butuh tiga orang yang saling kenal dekat, kayak kita, buat dikorbanin dalam satu ruangan. Katanya, energi pengkhianatan di antara sahabat itu 'rasanya' lebih kuat buat narik keberuntungan."
1032.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as silent reading
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Namun, udara di ruangan terasa lebih dingin, dan keheningan itu semakin mencekam. Di tengah-tengah suasana sunyi itu, telinganya menangkap suara samar—suara dentingan halus yang datang dari kejauhan. Suara itu beralun lembut, hampir tak terdengar, tetapi semakin lama semakin jelas. Gracya memaksakan diri untuk tidak peduli, menganggap itu hanya suara benda yang bergeser terkena angin. Namun, detik demi detik berlalu, dan dentingan itu terdengar semakin nyata, mengalun dengan irama yang aneh.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as silent reading
Read
+Library
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

Mereka membuka mulut untuk membalas, tapi tidak ada suara yang keluar. Kiran telah diam-diam merapalkan mantra "Silentium Temporis"—mantra penutup mulut sementara—untuk mencegah kedua Imp itu mengatakan sesuatu yang bisa membongkar penyamaran mereka. "Aku tidak peduli apa pendapat kalian," kata Kiran tenang, mengabaikan ejekan. "Aku datang untuk bertarung, bukan untuk mendengar ocehan tidak berguna."
109.5K viewsCompletedAdded to Library 324 Times as silent reading
Read
+Library
WRONG TURN

WRONG TURN

Pria pertama jatuh ke belakang dengan bunyi yang pelan dan matanya menatap ke langit yang abu-abu dan beku dengan kosong, sementara darah yang segar dan hangat mengalir dari dahinya. "Jangan kumohon, aku -" BAM. Itu sebenarnya bukan suara 'bam' yang sesungguhnya, lebih seperti suara gebukan yang kecil karena aku menggunakan silencer agar tidak terlalu banyak menarik perhatian.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 409 Times as silent reading
Read
+Library
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Hening, yang dulu kuanggap musuh, kini menjadi guru yang sabar. Pagi itu, aku terbangun oleh hujan yang turun pelan. Bukan hujan deras yang menuntut perhatian, melainkan rintik yang seperti mengusap jendela. Aku tidak langsung bangun. Aku berbaring, menutup mata, dan membiarkan suara itu mengisi ruang. Ada detak jam dinding, napas Adrian yang masih teratur, dan hujan yang jatuh tanpa tujuan selain jatuh. Aku menyadari sesuatu: hening bukan ketiadaan suara. Hening adalah ruang di antara suara—tempat makna bisa berdiam sebentar.
10989 viewsOngoingAdded to Library 37 Times as silent reading
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Peserta diminta untuk berjalan sendiri di sekitar area, mempraktikkan diam—tanpa bicara dengan siapa pun. Tidak ada diskusi. Tidak ada tanya jawab. Hanya ruang untuk mendengar suara hati. Anya berjalan pelan di tepi danau. Ia mendengar desir air dan merasakan keheningan yang menenangkan. Tak ada yang memaksanya untuk “jadi kuat” hari ini. Ia hanya… ada. 10.00 – Penulisan Intuitif: “Apa yang Ingin Kau Katakan, Hati?”
102.3K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as silent reading
Read
+Library
Nayna Boyfriend(Indonesia)

Nayna Boyfriend(Indonesia)

Sudah tiga puluh menit semenjak kelas pertamaku dimulai, Dosen yang mengajar pelajaran pertama pagi itu membuat kita harus memasang pendengeran esktra. Beliau berbicara dengan nada suara yang sangat kecil, membutuhkan konsentrasi penuh untuk mengdengar setiap penjelasannya, itulah sebabnya beliau dijuluki dosen the silent. kelas benar-benar penuh keheningan layaknya makam kuburan
107.9K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as silent reading
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tawa bersuara serak itu terhenti, dan berganti kata-kata yang tetap bersuara serak-serak basah. "Kecepatan siluman adalah kecepatan batin yang tidak menggunakan otot tubuh kita. Seperti misalnya kita akan mencapai gundukan tanah yang membukit itu, kita tak perlu berlari cepat seperti tadi. Cukup dengan satu kedipan mata sudah bisa sampai ke puncak gundukan tanah itu. Contohnya seperti ini...!"
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 793 Times as silent reading
Read
+Library
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Mereka makan dalam keheningan, lalu beristirahat sejenak di kursi kayu yang keras, sebelum melanjutkan membaca untuk memahami apa yang bisa meningkatkan kemahiran mereka. Laila duduk bersila di lantai, tangannya terbuka, napasnya pelan dan teratur. Dia mengeluarkan getaran sonik—biasanya tajam untuk menyerang—tapi kali ini lembut, bergetar di udara seperti benang suara yang rapuh. Perlahan, getaran itu membentuk suara terputus: “Sa… rah…” Sarah menoleh cepat, matanya melebar, lalu tersenyum lebar. “Laila! Aku dengar kau!” serunya, nadanya penuh kegembiraan. Suara itu masih pecah-pecah, seperti angin yang tersendat di tenggorokan, tapi kemajuan itu terasa. Laila tersenyum kecil, tangannya ber
102.6K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as silent reading
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status