Gelang Langit
Ia berjalan ke sisi dan perlahan lenyap dalam kabut, meninggalkan celah pintu yang kini menyala lembut, seperti menunggu.
Dan di antara ketiganya, sunyi perlahan tumbuh. Menuntut satu suara untuk pergi, agar gema berikutnya bisa dilahirkan.
***
Suara seruling itu tidak melengking, tidak juga merdu. Ia seperti napas yang menua, seperti bisikan dari waktu yang sudah terlewat. Tidak ada melodi yang bisa dikenali, hanya denting yang menggetarkan ruang dan dada, menghantam memori paling dalam dari setiap makhluk yang mendengarnya.
Hot Chapters