Bulan di Darah Awan
Mungkin termasuk kisah hidupku, yang sedikit sekali roman dan justru berakhir mengerikan.
“Bulan berwarna darah dalam kesedihan,” komentarku. Aku kembali melihat ke layar laptopku, dengan naskah yang baru selesai. Penerbit memintanya dalam waktu dekat untuk mereka lakukan pemeriksaan oleh pihak editor.
“Warna cerita itu seperti putaran, layaknya kehidupan,” ucapku pelan. Aku melihat ke koleksi karyaku. Beberapa sedih, lainnya senang. Beberapa menegangkan, lainnya mengharukan.
인기 회차