Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Malam itu, Jakarta diguyur hujan tipis. Udara terasa dingin menusuk kulit, seolah alam turut berduka atau setidaknya ikut merasakan betapa pengapnya kota metropolitan. Lampu-lampu jalan memudar di balik rintikan, dan setiap bayangan tampak lebih panjang, lebih gelap, menyimpan sesuatu. Di dalam sebuah mobil hitam mewah yang melesat membelah jalanan Jakarta yang sepi, Lidya Paramitha Wardhana hanya bisa menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang, hati rasanya dicabik-cabik. Ia tahu, babak baru, atau mungkin akhir dari segalanya, sudah menantinya. Rumah yang selama ini ia sebut "pulang", kini terasa seperti penjara, gerbang menuju hukuman.
Hot Chapters