Yes, I Do
Meskipun aku dan Cheryl sudah berusaha untuk membuat sofa menjadi tempat tidur yang nyaman dengan memberinya bantal, guling, dan selimut, tetapi pasti rasanya akan berbeda dengan tidur di kasur.
Untungnya sofa di unit apartmentku ini cukup lebar dan memiliki sandaran yang bisa ditidurkan. Selain itu, ruang tengah juga ada AC. Jadi, seharusnya Keenan bisa tidur dengan baik.
“Kami tidur dulu,” pamit Cheryl yang langsung masuk ke dalam kamar. Sedangkan aku, masih pada posisiku berdiri.
“Li?” panggil Keenan.
“Eee, itu … sekali lagi aku minta maaf dan selamat beristirahat,” ucapku buru-buru ikut masuk ke dalam kamar.
Sikat na Kabanata