AH! BRONDONGKU SAYANG
Ponsel tua yang baru saja direbut dan dilempar Bagas ke atas meja kayu itu masih memancarkan layar hitam yang baru saja terputus.
"Bagaimanapun aku harus memberi tahu mereka kalau aku baik-baik aja," balas Alia, suaranya terdengar parau.
Suasana di desa itu sebenarnya cukup membuatnya tenang. Setiap pagi, suara anak-anak berlarian di jalanan tanah, harum bau tanah basah dari kebun karet, dan suara masyarakat yang saling menyapa ramah dari kejauhan menjadi obat peningkat imun terbaik bagi kehamilannya yang kian membesar. Namun, melihat Bagas yang harus menanggung beban seberat ini sendirian di kota membuat rasa bersalah Alia kembali mencuat.