Tiba-Tiba Dimadu
sapaku pada penelepon di seberang sana.
"Halo, assalamualaikum, Mbak Jannah," sapanya.
"Iya,. Ada apa?"
"Mas Ikbal kritis Mbak, ia demam tinggi dan kejang-kejang," katanya panik dari seberang sana.
"Astagfirullah, kamu sudah panggilin dokter dan istrinya?"
"Sudah, tapi Ibu Soraya belum kunjung tiba, saya khawatir Mas ikbak akan ...."
Aku panik mendengar ucapan santri yag menjaga Mas ikbal itu. Sedang Mas rafiq yag memihat tingkahku gelisah ia seakan-akan paham dengan perasaanku.
Hot Chapters