Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Chandra

Chandra

Rain berada ditengah-tengah Juan dan Chandra. "Gak ada bintang di atas," ucap Juan saat melihat Rain yang menengadah seperti mencari sesuatu. "Gue gak nyari bintang." "Cari bulan? Bulannya lagi pindah ke bumi." "Kok bisa?" tanya Rain, bingung. "Itu di samping lo." Juan menunjuk Chandra dengan dagunya. Rain memutar matanya malas saat mendengar ucapan abangnya.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as stared
Read
+Library
Liara

Liara

Terseok-seok, Biru melihat seseorang mengadang laju lari Liara. "Minggir!" Liara mendorong orang itu brutal. Tatapannya menggelap, wajahnya dipenuhi kekalutan. Tak seorang pun datang untuk memadamkan api. Mereka semua hanya menontoni Hagan terpanggang di dalam sana. "Minggir kataku!" Liara memukul kepala orang dengan tudung jaket itu. Ia sudah akan kembali mendekat ke mobil, tetapi kembali lengan dipegangi.
9.534.8K viewsCompletedAdded to Library 836 Times as stared
Read
+Library
Betelgeuse

Betelgeuse

“Ah, tidak ada. Hanya ingin bertanya saja, siapa tahu aku dapat referensi untuk objek memfotoku.” “Ya ampun, kau benar-benar kecanduan dengan itu.” Teresa berdecak. “Aku tidak mendengar berita seperti yang kau katakan, hanya saja sekarang ini NASA tengah meneliti sebuah bintang yang katanya akan meledak.” “Ah, yang seratus ribu tahun itu? Ibuku kemarin menonton beritanya. Konyol sekali. Dari mana mereka tahu kalau bintang itu akan meledak dalam waktu seratus ribu tahun?”
109.5K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as stared
Read
+Library
NINE

NINE

Saat suster pergi setelah memberikan obat, dalam hitungan menit ia terlelap. Rey memandang wajah di pembaringan; bulu mata lentik yang melindungi mutiara indah dibaliknya sedang terpejam, bibir tipis kemerahan menawan dengan sejuta daya tarik, memaku paksa tiap mata yang melihat. Walau rambut panjangnya sedang kusut, bingkai wajah manis itu tetaplah memesona, tak hilang semili pun.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as stared
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

"Tertawalah, tertawalah untuk terakhir kalinya." Dibalik pagar tanaman merambat seorang gadis dengan hoodie yang menutupi kepala dan masker yang menutupi separuh wajahnya mengintai mereka dengan tatapan yang begitu tajam. Di dalam saku hoodie, tangan gadis itu terkepal kuat saat melihat dan mendengar tawa bahagia dari keluarga tersebut. "Madre padre! Lihatlah bintang yang bersinar begitu terang." Gadis kecil yang merupakan anggota keluarga terakhir itu menunjuk kearah bintang yang berada diatas langit.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as stared
Read
+Library
A Wandering Star

A Wandering Star

teriaknya. Tiba-tiba saja, seberkas sinar mulai muncul, dari Musical Sce milik Kenta. Sinar tersebut mulai membesar, dan semakin lama semakin besar. Melihat sinar berwarna putih gading yang tiba-tiba muncul dari Musical Scale milik Kenta semakin membesar, Kaito justru melepaskan pelukannya dari Kenta. Ia langsung menyadari sesuatu yang salah. Sinar itu semakin terang dan semakin, semakin membesar, membuat matanya sakit.
107.4K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as stared
Read
+Library
Dia

Dia

Cuci mata. Gadis itu masih melihat-lihat dengan kaki yang terus maju selangkah demi selangkah menggantikan posisi orang yang di depannya. Tapi karena dia tidak memperhatikan langkah, sepatunya malah menginjak bagian belakang sepatu orang yang ada di depannya. Lea refleks mundur dan menundukan kepala dengan bibir dilipat kedalam, menatap kaki nakalnya. Perlahan dia mendongakkan kepala. Sepasang iris mata hitam pekat menatap tajam dirinya.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as stared
Read
+Library
BLACKHOLE

BLACKHOLE

"Mereka punya tanda kalau mereka adalah bagian dari Satalum." Varen diam menunggu lanjutan ucapan Nadine. "Mereka punya tato di bagian leher berbentuk pohon. Intinya kalau kamu lihat orang yang memiliki tato bentuk pohon di lehernya, mereka kemungkinan besar Satalum." jelas Nadine. "Seberapa berbahayanya sih si Satalum-Satalum itu sampai kamu kelihatan enggan dan ketakutan begitu bahas mereka."
2.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as stared
Read
+Library
Stigma

Stigma

Di jeruji stigma_ *** Netra karamel milik seorang gadis yang tengah ketakutan itu, begitu memikat hati Raveen. Meskipun di sana membendung air mata, untuk pertama kalinya, Raveen menjumpai mata sebening dan sejernih itu. Ketika menemukan dirinya, tubuh perempuan itu tengah bergemetar hebat, tapi bibir yang tidak tipis dan tidak tebal itu mampu membuat Raveen menegak ludah. Itu bukanlah bibir, melainkan telaga madu—terlihat manis. Bolehkah mengecupnya sedikit?
103.2K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as stared
Read
+Library
Gemintang

Gemintang

Revian memutus sambungan video callnya. ***
105.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as stared
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status