Jelajah Jelita
cerocos Nindy.
“Nin, sudah deh. Yang lalu biarlah berlalu. Nanti kapan-kapan gue certain ya, janji. Untuk sekarang, gue malas nih membahas itu. Mendingan kita sama-sama fokus untuk kedepannya agar kita beneran lulus. Lo pasti pengen, dong, lulus cepet terus bisa gajian tiap bulan? Hahahaha!” Jelita menolak untuk mengorek kembali lukanya yang belum sembuh betul itu. Nindy sangat mengerti posisi Jelita. Walaupun mereka bukan sepasang karib, namun sebagai teman sesama pejuang skripsi dari fakultas mereka, Nindy cukup mengenal sosok Jelita yang memiliki hati yang baik dan apa yang menimpanya itu adalah sebuah musibah yang sangat menjatuhkan mental.
Hot Chapters