ISTRI BERCADAR YANG TERNODA
ancam Abram
Amanda mendesah kesal, niatnya untuk mengancam, dan memeras Abram, justru terbalik, ia justru merasa, binisnya terancam.
“Bagaimana masih ingin memerasku?”
“Baiklah kamu menang, aku permisi dulu,”pamit Amanda
Amanda berdiri dan melangkah pergi, meninggalkan ruangan Abram, sampai dihalaman ia bertemu dengan Zahira.
“Jadi kamu tinggal di sini?”Amanda berpura -pura
“Kamu, Amanda. wanita yang di kafe itu ‘kan?”
“Iya, aku Amanda.” Amanda tersenyum,” Aku ada perlu dengan suamimu, mengenai lukisan.