Suami Semusim
Damar menghela napas panjang, tampak jelas kegelisahan di wajahnya.
“Ya, andaikan aja aku hamil, tapi kehamilan itu belum terbukti kok.”
Damar akhirnya menghela napas lega. Tersenyum tipis pada kekasihnya.
"Damar, kamu tau ga, benih kamu itu titipan terindah yang pernah aku dapet, terlepas dia bakal jadi calon janin atau tidak, tapi aku bahagia banget dia sempat mampir di rahimku, apalagi kalau sampai ia lahir dari sana."
Hot Chapters