Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

alu."Kamu kenapa tertawa? ""Pagi buta seperti ini kakak bercerita tentang arwah gentayangan? Apa aku harus percaya? "seloroh Karenina sambil tersenyum simpul."Aku serius, Nin. " H. Bahri kembali meyakinkan Karenina istrinya. Namun bukannya takut Karenina justru memeluk suaminya, mengulum bibirnya dengan penuh gairah. H. Bahri tidak mampu mengimbangi permainan Karenina karena ketakutan belum pergi dari dirinya. Beberapa menit berselang, karena gemas melihat tingkah suaminya yang tidak juga terangsang secepat kilat Karenina membuka bajunya, kini di badannya hanya tinggal bra dan celana dalam saja. Tubuh putihnya nampak menantang dengan payudara yang tegak berdiri. Ia duduk bertumpu pada lut
103.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 124 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
Kebangkitan Istri Yang Diabaikan

Kebangkitan Istri Yang Diabaikan

tanya Wei sambil tersenyum jahil. "Wei!" kata Ara menghentakkan kaki kesal mendengar godaan suaminya. "Apa, Sayang," kata Wei dengan nada memanjakan. Kuping Ara memerah mendengar kata 'Sayang' keluar dari mulut Wei. Ara benar-benar curiga kalau orang dihadapannya saat ini bukanlah Wei yang asli. Sikapnya benar-benar jauh dari kepribadian Wei yang selalu tenang, dingin dan sedikit angkuh.
1033.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
SUAMI UNTUK PENGANTIN YANG TERBUANG

SUAMI UNTUK PENGANTIN YANG TERBUANG

Ia membiarkan suara penyiar yang terdengar semakin jauh itu. Satu kaleng ternyata tidak cukup, jadi Aera mulai mengeluarkan lebih banyak bir dari kulkas. Ia meminumnya dengan cepat, secepat bir itu bereaksi. Aera menelungkupkan kepalanya pada lipatan tangan. Sepertinya tidak masalah jika satu malam lagi ia lewati dengan mata yang basah sebelum menjemput mimpi. *** "Aera Larasati." Suara tegas milik Sagara mengudara tepat sebelum Aera meninggalkan dapur. Aera tahu bahwa Sagara sedang kesal sekarang. Tetapi ia sama sekali tidak ingin peduli.
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
GARA - GARA KAKAK IPAR

GARA - GARA KAKAK IPAR

balas Laura sangat memohon. "Mohon maaf, Bu. Kami tidak bisa melakukannya, karena sudah ada aturannya," ucap petugas keamanan itu lagi. Laura tak punya pilihan lain selain menunggu. Ia segera menyiarkan informasi kepada keluarga Malvin dan keluarganya. Di tengah keputusasaannya, tiba-tiba ponselnya bergetar, menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal. Dengan tangan bergetar, ia membuka pesan itu.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
SUAMIKU SAINGANKU

SUAMIKU SAINGANKU

suaraku nyaris berbisik, sementara mataku tetap terpaku pada sosok Arga yang perlahan mendekat. Arga berhenti beberapa langkah di depan kami, lalu mengangkat payungnya sedikit, memastikan aku bisa melihat wajahnya. "Rilla," katanya dengan nada tenang namun dingin, "ayo pulang." Aku menelan ludah, mencoba memahami situasi yang tiba-tiba menjadi canggung ini. Elang masih berdiri di sisiku, tangannya memegang jaket yang melindungi kepalaku. Sementara Arga, seperti biasa, tampak mengendalikan segalanya.
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
Semalam Bersama Sahabat Kakakku

Semalam Bersama Sahabat Kakakku

"Wah, Zayn selalu to the point ya. Ara, kamu?" Ara menelan ludah. Kamera mendekat. Live chat di layar bergerak gila-gilaan. [ARA KAYAK MAU NANGIS] [DIA KELIHATAN NGGAK RELA BANGET] [ZAYN DINGIN AMAT SIH, NGGAK ROMANTIS!] [INI CHEMISTRY ANEH... AKU SUKA!] "Aku..." Ara memaksa bibirnya tersenyum. "Aku menghargai kepercayaan yang diberikan penonton. Semoga kami bisa menunjukkan sisi terbaik."
800 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ucapnya seraya melirik ke arahku. “Iya, aku Arka,” kataku menatapnya, ada yang aneh lagi dengan hatiku. “Ih, jangan ngambil kalimatku dong.” “Oh, itu kalimatnya udah berhak cipta?” “Iya, jadi jangan diambil.” “O. Hahaha.” “Ih, nyebelin nggak jadi, deh.” Kami menatap langit yang tetap cerah meski sudah hampir sore hari. Sesekali aku memandang lagi wajahnya, dia melekkukkan bibir tersenyum merdu.
107.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 148 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Yuha menoleh dengan wajah memelas. ‎“Kak Ara…”‎ Ara mengangkat satu alis.‎ ‎“Minuman dingin setelah rekaman? Besok kamu mau suaramu serak?”‎ Yuha menghela napas kecil.‎ ‎“Tapi cuma sedikit…”‎ Ara menggeleng.‎ ‎“tidak-tidak, dan itu juga terlalu manis.”‎ Ia memindahkan gelas es itu sedikit menjauh.‎
538 viewsOngoingIdinagdag sa Library 21 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

suara di seberang terdengar lebih sopan dari yang tadi. “Ya. Bisa saya minta nomor Ara?” cecar Gilang. “Ntar ya, aku tanya Ara dulu. Masalahnya, Ara sekarang lagi nggak di Jakarta,” jawabnya lagi. “Memangnya dia dimana sekarang?” selidik Gilang untuk meyakinkannya dugaannya. “Ara lagi di Padang. Sudah hampir seminggu lamanya,” jawabnya. Gilang mulai paham dengan situasinya sekarang, berarti cewek ini adalah temannya Kiara.
108.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 194 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
Rahasia di Balik Duda Arogan

Rahasia di Balik Duda Arogan

ujar Rafasya. “Sa, kita sih hanya bisa mendukung setiap pilihan kamu yang memang menurut kamu terbaik. Tapi untuk kali ini, jangan pernah pakai ego. Ini sepenuhnya tentang perasaan. Aku yakin, kamu gak mau Acha pergi untuk kali ini.” ujar Juno. Angkasa menghela napas berat, “Percuma. Wira akan selalu ada untuk setir hidupku.” balas Angkasa pasrah.
4.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 140 Beses bilang suara ara ara
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status