Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

Ucap Dirga tegas, masih dengan kedua netra yang menutup. “Iya, Kak.”
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Bayangan

Kebangkitan Sang Bayangan

### **Pertemuan dengan Bayangan Kedua** Kemenangan mereka membuka pintu untuk pertemuan dengan ‘Bayangan Kedua’. Di sebuah gudang kosong, Luca dan Marco menunggu dengan waspada. Pintu besar di ujung ruangan terbuka, dan seorang wanita dengan pakaian serba hitam masuk. Dia tinggi, dengan tatapan dingin yang memancarkan kekuatan. “Kalian mencari aku?” “Jadi, kau Bayangan Kedua?” tanya Luca tanpa basa-basi.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
JANGAN PERGI BUNDA

JANGAN PERGI BUNDA

Melihat sikap bi Idah Miranti dan Lina saling berpandangan. Bersambung
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA KU

ISTRI KEDUA KU

Lalu masuk ke bagian dalamnya. Aku dan Fidelya lantas duduk bersebelahan di atas tikar. Aku memperhatikan keadaan di dalam rumah panggung ini. Hanya ada dua jendela. Satu di sebelah kiri dan satunya di sebelah kanan.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
SYURGA YANG KEDUA

SYURGA YANG KEDUA

Lanjut Citra dengan ekspresi sedikit di buat sedih. "Lalu," Sahut Adam belum puas dengan jawaban Citra. "Aku sedih Mas, masa iya aku nggak di anggap sih," Ucap Citra sok sedih dan ingin menggapai lengan Adam, namun Adam menganggkat tangan nya dan Citra langsung berhenti. "Benarkah begitu Nabila?" Tanya Adam beralih ke Nabila. "Ha, ya nggak lah Mas, aku hanya memberitahukan kalau Citra juga Istri Mas Adam yang ke dua, itu saja, ya kan Bu Ani, Pak Rudi," Kata Nabila sambil mengedipkan mata ke Ani dan Rudi.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

ujar suamiku yang memang punya sifar dasar pria yang baik Tanpa disadari kedua insan dimabuk asmara itu, ada Mata yang menatapnya tajam, ada aura tidak suka, dia melihat kemesraan kedua insan itu, entah mengapa, matanya berkilat-kilat dan dia mengangkat sebelah sudut bibirnya mendengus sinis
9.882.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
Suami Kedua

Suami Kedua

“Tarik ucapan kamu!” Lagi-lagi Jonan menghela napas. Tidak pergi menjauh, melainkan maju tiga langkah hingga sampai tepat di hadapan Anin. Jonan tidak langsung berkata, melainkan memilih memandangi Anin mulai dari bawah hingga ke atas. Anin yang tak suka dengan tatapan itu sontak mengatupkan kedua tangan—memeluk tubuhnya sendiri. “Apa yang kamu lihat!” salak Anin. “Jangan macam-macam!”
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Kata Alexandro yang kini di sampingku. Aku menatapnya lalu aku mengalihkan pandanganku. Ding! Ronde kedua dimulai.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Sulis

Kesempatan Kedua Sulis

"Semuanya masih aku simpan, Mir." Bu Mira menoleh pelan. Ia masih menatap suaminya itu dengan tatapan tajam. "Mas pikir foto-foto ini cukup buat menghapus apa yang aku lihat kemarin?" Suasana langsung menegang lagi. Pak Andre menunduk sesaat sebelum akhirnya memberanikan diri menatap istrinya kembali. "Nggak." suaranya pelan. "Aku nggak mau nutupin kesalahan pake semua ini."
10479 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
Budak Kesayangan Pangeran Buta

Budak Kesayangan Pangeran Buta

Pangeran Kedua, Liang Zhen. Tatapan Liang Zhen tidak lepas dari tangan yang saling menggenggam itu. Dari tempatnya berdiri di paviliun atas, wajahnya tetap tenang. Bahkan terlalu tenang. Namun pria di belakangnya tahu, semakin diam Pangeran Kedua, maka semakin berbahaya pikirannya. “Yang Mulia,” bisik bawahannya hati-hati, “apakah perlu—”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai sudut pandang kedua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status