Dirty Office
"Hmm... Aku merasa kepalaku sudah ringan, Keenan."
Keenan duduk di tepi ranjang, tangannya terulur menyentuh dahi Aruna, lalu beralih ke lehernya. Ia masih merasakan kehangatan di sana, tapi bukan lagi panas yang membakar. Ia mengambil termometer digital dan menempelkannya di dahi Aruna.
Bip!
"36,8°C. Sudah normal," gumam Keenan lega. Ia menghembuskan napas panjang. "Bagaimana perasaanmu? Ada yang sakit? Rahangmu masih perih?"