Di Tepi Tebing
Maafkan aku ya Tuhan.
Tergesa-gesa aku menuju meja rias, menarik laci tempat menyimpan perhiasan, kuraup semua isinya tanpa sisa. Selanjutnya aku menuju salah satu dinding di kamar ini, ada lukisan kuda ukuranya tidak lebih satu meter kali satu meter. Bang Rey sangat suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan kuda, menurutnya lambang kegagahan. Kusibak lukisan itu dengan hati-hati, dibelakangnya ada brankas tempat suamiku menyimpan uang cash. Masalah materi bang Rey tidak pernah pelit, aku di limpahi materi yang lebih dari cukup.
Hot Chapters