Istri Yang Menanti Sentuhanmu
Kami teridiam, tak ada kata yang keluar dari mulut kami, hanya sisa-sisa isakan yang mengudara.
Saat bersamaan ponselnya berbunyi, dia bangkit lalu menerima panggilan yang masuk.
"Belum boleh jika segitu, suruh naikkan lagi."
Mas Raka terlihat sangat serius, lalu dia menatapku dan keluar.
Aku mengangkat bahuku, masa bodoh dengan perbincangannya.
Sesaat kemudian dia kembali dengan wajah melasnya.