Sentuhan Adik Sahabatku
“Ini sushi. Kita makan bareng.”
“Wah!” mata Alexa langsung berbinar. “Pas banget. Kakak belum makan malam. Tunggu ya, rambut kakak dikeringin dulu.”
Alexa mundur ke kamar, meninggalkan Birru yang segera melangkah ke dapur. Dengan hati-hati, ia membuka bungkusan sushi, aroma segar salmon dan nori menguar memenuhi ruangan. Potongan salmon oranye yang berkilau, tuna merah gelap, dan gulungan nori yang terpotong rapi satu per satu disusun di piring putih. Sebuah sentuhan wasabi mungil menambah warna di sudut piring.