Rayuan Maut Para Tetanggaku
Aku balas senyum juga, formal.
Tapi saat aku hendak pergi menuju lift, dia memanggilku.
“Mas Bima, ya?” katanya, suaranya terdengar genit.
“Iya, kok Mbak tahu namaku?” kataku, sedikit terkejut.
“Siapa sih yang nggak tahu? Mas Bima kan terkenal di apartemen ini. Selain itu, sekarang sedang viral di mana-mana,” katanya, lalu mengulurkan tangan. “Oh ya, Mas, perkenalkan. Saya Susi, pindahan dari Jakarta Timur.”