OBSESI CINTA TUAN MUDA
“Maaf, aku tidak bisa.”
Setelah berkata demikian, aku pergi dari hadapan Galang. Mencari jalan keluar dari tempat itu.
“Maaf, Galang, aku hanya tidak ingin merasakan kecewa lagi. Lebih baik aku sadar diri, aku siapa dan aku seperti apa!” batinku.
Sepanjang jalan, ucapan Galang masih terngiang di kepalaku. Kenapa bisa? Pertanyaan itu lagi dan lagi muncul dalam benak.