Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang
Semua kenangan, semua perasaan telah menjadi abu.
"Kamu gila!" Liam menjerit. "Itu barang antik nggak ternilai!"
"Mungkin bagimu," kataku, tetap tak menoleh. "Bagiku … itu barang yang sudah mati."
Aku masuk ke dalam mobilku. Memutar kunci dan mobil itu mengerang, lalu kembali mengaum. Seperti diriku, jantungnya masih berdetak.
"Anna!" Devan berteriak sekali lagi. "Kamu akan menyesal! Kamu bukan apa-apa tanpa marga Volerio!"