Pembantu Rasa Nyonya
Serba salah. Ini yang aku rasakan. Sungguh, bersama laki-laki di depanku ini, aku merasa nyaman. Namun, aku tidak tahu ini sebagai teman, sahabat, atau lebih. Aku tidak mau terjebak pada rasa yang belum perlu. Jalanku masih panjang.
Akan tetapi … melihat matanya yang mengerjap, memaksaku untuk tidak mengabaikannya.
“Kenapa?” ucapnya pelan dengan kepala meneleng. “Kamu bingung memilih antar aku atau Rangga?”