TERGODA IPAR
Terasa deru nafasnya yang sudah memburu.
Aku memejamkan mata, membiarkannya. Bagaimanapun Mas Hendra masih sah sebagai suamiku. Saat sedang asyik bertukar s@liva, Mas Hendra menghentikan aktivitas c!uman kami. Dia langsung memperhatikanku, pandangan matanya tertuju pada area leherku.
"Win, kenapa ada tanda merah di lehermu? Aku tidak pernah membuatnya disana,"