Rasaku Ditelanjangi
AYURIayah aku rindukadang ku kuat setegar karangbuah hatiku penyemangatkukering sudah air mataku
Desahku terhambur bersama napasnya.
“Arga…akkhhh” aku memanggilnya seperti mantra.
Tanganku kini turun, membuka kancing kemejanya satu per satu. Lalu kubuka sepenuhnya, memperlihatkan tubuhnya yang tegap dan berotot tipis. Dadanya naik-turun, bibirnya basah oleh napasku yang masih tertinggal di sana.
Ia menarik celananya ke bawah, hingga tinggal boxer gelap yang membungkus bagian tubuhnya yang mulai menegang keras. Mataku menatapnya, dan aku tak lagi ragu.