Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mimpi Kelam Lilian

Mimpi Kelam Lilian

Jaden memperlihatkan kaki kemerahan Lilian dengan memar di pergelangannya begitu bebat itu terlepas. "Lihat? Bagaimana kau bisa berjalan dengan benar jika aliran darahmu tersumbat seperti ini?!" Jaden kemudian kembali memasang perban elastis miliknya yang baru. Ia memasang dengan sangat hati-hati dengan menopang kaki Lilian pada salah satu pahanya sendiri. Ikatan yang pas dan perban yang lentur menjadi perpaduan sempurna untuk kaki Lilian. Benar saja, dengan ikatan baru yang pas dan tak terlalu kencang itu, membuat kaki Lilian terasa lebih baik dari sebelumnya.
109.8K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as tangan di perban
Read
+Library
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Kulitnya tampak sedikit memerah, urat-urat halus lebih jelas terlihat. Tanpa menunggu, tabib mulai membalut pergelangan tangan itu menggunakan kain obat. Gerakannya cekatan, terlatih. Balutan diputar dengan tekanan pas—tidak longgar, tidak terlalu ketat, sangat pas untuk menopang, sekaligus menahan pergerakan. Shen Liu Zi memperhatikan tangannya sendiri. Terasa asing, berat seperti pergelangan itu bukan lagi bagian dari tubuhnya.
1037.7K viewsCompletedAdded to Library 866 Times as tangan di perban
Read
+Library
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

Setiap kali janin itu menendang, ia merasakan sensasi yang menyerupai sentuhan kasar Arka di masa lalu—sebuah pengingat bahwa suaminya tidak benar-benar pergi; dia hanya sedang membentuk ulang dirinya di dalam rahim istrinya. "Nona Valerie, posisi sudah terkunci," lapor Bima melalui sistem telepatik yang menghubungkan saraf mereka. Bima kini mengenakan masker logam oksigen, matanya yang perak menatap monitor yang menampilkan kepadatan populasi di distrik Shinjuku dan Shibuya. "Sisa-sisa Pasukan Bela Diri Jepang mencoba memasang barikade di pelabuhan. Mereka memiliki senjata artileri kuno."
101.0K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as tangan di perban
Read
+Library
Suamiku Karakter Game

Suamiku Karakter Game

perintahnya lembut, namun dengan nada yang tak terbantahkan. Ara mendengus pelan, jelas tidak puas. Namun, ia tetap berjalan ke wastafel, mencuci tangannya dengan kasar, air memercik ke mana-mana. Gerakannya yang tergesa-gesa membuat perban yang melilit tangannya longgar dan mulai terbuka. Aezar langsung memperhatikan. "Aduh, sayangku... Hati-hati saat mencuci tangan!" katanya sambil berbalik untuk mengambil perban baru.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as tangan di perban
Read
+Library
Memulai Kisah Baru

Memulai Kisah Baru

Bukan kaus dan celana jins untuk menutupi kegiatan utama kami yang sebenarnya pada hari ini. Memar pada tangan kanannya mulai memudar, hanya menyisakan sedikit lebam biru. Aku yakin pada saat dia mulai bekerja nanti, kulit tangannya akan kembali seperti semula. Lagi pula Nevan sudah memberi salep yang jauh lebih efektif daripada yang diberikan oleh teman dokternya itu. “Kalian mau ke mana?” tanya Bunda melihat pakaian yang kami kenakan.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as tangan di perban
Read
+Library
Dijatah Seember Air Seusai Melahirkan

Dijatah Seember Air Seusai Melahirkan

ucapku dengan napas tertahan, sungguh, aku lebih suka menyapu seluruh pekarangan luas ini dibandingkan harus mengganti perban singa lapar. "Kamu niat bantu gak sih, kurang aja kamu!" "Bantu Yah, tapi ini perbannya memang lengket, jahitan luka ayah sangat panjang, jadi nanah dan darah yang mengering lengket di perban." "Sakit sekali tahu!"
1025.6K viewsCompletedAdded to Library 717 Times as tangan di perban
Read
+Library
The Arc: Elenio

The Arc: Elenio

“Tanganmu?” Gemma mengangkat kedua telapak tangan yang dibalut perban. Dibandingkan semalam, telapak tangannya kini terasa lebih baik, meskipun Gemma belum melepas perban untuk melihat kondisi terkini tangannya. “Tak ada masalah.” “Kau belum mengganti perbannya?” Nero menelengkan kepala dan kerut-kerut di pangkal hidung itu kembali muncul saat melihat perban basah yang lusuh di tangan Gemma.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 357 Times as tangan di perban
Read
+Library
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Tenda medis sekte dipenuhi bau ramuan herbal dan kain perban basah. Lei Hong duduk di atas dipan kayu sederhana, lengannya dibalut kain putih yang sudah mulai menghitam di beberapa bagian akibat sisa benang qi hitam yang belum sepenuhnya keluar dari tubuhnya. Setiap kali ia menggerakkan jarinya, rasa dingin menjalar dari pergelangan hingga ke bahu, seperti ada sisa musim dingin yang enggan pergi dari dagingnya sendiri.
10712 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as tangan di perban
Read
+Library
Ternyata Suamiku Masih Milik Mantan Istrinya

Ternyata Suamiku Masih Milik Mantan Istrinya

“Gak papa. Kamu istirahat saja, ya.” Airin terlihat bingung. Ia melihat tangannya yang masih diperban. Apa karena itu? Bukankah ini sama sekali gak ada hubungannya dengan tangannya. “Tanganku sudah sembuh kok, Mas. Lagipula, aku hanya menunggu Arka di sekolah, tidak beraktivitas berat menggunakan tangan.” Tama tersenyum tipis sambil mengelus kepala Airin. “Iya, aku tahu.”
104.7K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as tangan di perban
Read
+Library
THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

Dia pun membalutkan perban yang sudah diberi cairan khusus ke tangannya. Melihat Ryo kesusahan membalutkan perban di ranjang, membuat Elena tak sabar di buatnya. “Aku saja,” katanya seraya menarik perban. "Dasar, anak bodoh, mempelajari teknik tanpa pengawasan, kau itu baru kemarin bisa mengendalikan energi,” ujarnya sembari melilitkan perban dan duduk di depan Ryo. Ryo dapat merasakan perasaan yang sangat familiar ketika Elena membalutkan perban, sedikit pecahan ingatan muncul dalam pikirannya.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as tangan di perban
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status