Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina
Otomatis membuyarkan lamunanku.
“Oh, iya, Bang,” ucapku seraya beranjak turun dari motor. Kemudian melepas helm dan memberikannya kepada Abang Ojek itu.
“Berapa, Bang?” tanyaku untuk biaya ongkosnya.
“Tiga puluh ribu, Mbak,” jawabnya. Aku segera mengambil uang itu dari dalam dompet.
“Ini, Bang, pas, ya,” ucapku seraya memberikan uang itu.