ANUBIS
Takhtat mengelus kepala Fenhrir kecil dan Kembali bersenandung merdu Fenhrir kembali meringkuk di pangkuan ibunya.
Bulan itu tertutup awan ditengah malam menyisakan beberapa bintang yang masih elok menghias langit tengah gurun pasir. Suara itu terdengar semakin jelas, bukan satu orang tepatnya, kabilah yang melanjutkan perjalanan itu sepertinya akan melewati pohon rindang dan pondok sederhana. Takhtat segera memahami situasi malam itu, dia harus menghindari kabilah itu, atau jika tidak dia akan dibawa bersama kabilah yang belum tentu mereka orang baik. Mereka semakin dekat dengan pohon rindang itu, Takhtat segera menggunakan magicianstone yang disimpannya, batu pembiasan. Batu sihir yang men
Hot Chapters