Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Sah, sang Presdir Dingin

Istri Sah, sang Presdir Dingin

Angkasa menyuruh orang mengatur ulang semua itu, meskipun tidak sama seperti sebelumnya, Tetapi ini masih dengan konsep warna netral. Setelah melakukan itu, Tasya merasa agak lapar. "Aku lapar. Kapan aku bisa makan malam?" 'Eh, wanita jalang!' Bi Euis tidak suka mendengar dia bertanya seperti itu, tetapi karena Angkasa, dia mau tidak mau harus berkata dengan pelan. "Bibi akan segera membuatkannya." "Ingat, aku tidak makan pedas, tidak makan asem, tidak makan manis, tidak makan asin, kamu bisa bebas untuk membuatnya selain itu."
9.444.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 930 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

Sabda merasa bersalah. "Nggak apa-apa. Ini bukan karena di dermaga. Sebab sudah sejak kemarin aku udah nggak enak badan. Tapi hal kayak gini udah biasa, kok." Sabda mengernyitkan dahi, membuat alis tebal itu hampir saling bersentuhan satu sama lain. "Sakit kok kamu bilang biasa?" Senja mengangguk pelan. "Ya nggak apa-apa." Gadis itu jadi canggung menjawabnya. Ini urusan kaum wanita dan hanya mereka saja yang paham hal demikian.
10404.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai tas biasa
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Endah Ariyani
kak Lis, kalau boleh tahu asli darimana yaa? Blitar kah? Jatuh cinta nta sama karya kakak Bukan Pernikahan Biasa, bener bener bagus...... ga ada rencana buat season 2 kak? aku baca maraton, sampai beberapa kali top up...
Baca Semua Ulasan
Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

“IQ-mu itu sama seperti ketika Bibi Sonia main gim.” “Maksudnya?” tanya Tasya dengan penasaran. “Keadaan pemula pada saat paling biasa. Sesekali bisa tampil stabil, tapi tetap tidak bisa bertahan sampai akhir.” Melihat Tandy mengejek dirinya, Tasya merasa kesal dan malu, lalu mencoba menggelitiknya. Tandy pun segera menghindar dan berlari pergi.
9.81.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66.7K kali sebagai tas biasa
Tampilkan Ulasan (281)
Baca
+Pustaka
Lulu annie
ini adalah novel china terjemahan , novel aslinya sudah tamat , ceritanya bagus , setiap tokoh di dalamnya punya keterkaitan satu sama lain , dan masing masing dari mereka di ceritakan perjalanan kisah cintanya ,bagus banget ,setiap ceritanya gak perduli tokoh manapun seru gak bosenin
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

"Harusnya dibaca bek!" "Itu tas!" "Iya. Akan tetapi bahasa asing sering kali memiliki pengucapan agak mirip!" Kaivan mulai menatapku penuh pertanyaan. "Dan, keseluruhan kalimatnya berarti apa?" "Kembali ke masa lalu." "Back to the past artinya kembali ke masa lalu?" Aku mengangguk. "Maaf, Naya. Aku terlalu banyak merepotkan."
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

Faris langsung mengbilnya lalu menggeser tombol berwarna hijau untuk menerima panggilan. [Assalamu'alaikum, Faris kamu sibuk nggak] [Wa'alaikumsalam, lumayan, Ma. Memangnya ada apa] [Mama baru sampai di bandara, Alda di rumah kan] [Kok, Mama pulang nggak bilang-bilang sih. Alda di rumah kok, Ma] [Ya udah mama naik taksi aja, soalnya mama mau langsung ke rumah kamu. Mama udah kangen sama Alda]
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Debu beterbangan di antara cahaya lampu yang temaram. "Mana tasnya?" Tara mencibir, menyesap teh dari gelas plastik yang pinggirannya bernoda kecokelatan. Bau bensin dan karat menusuk hidung. "Memilih tempat seperti ini... selera yang menjijikkan," gerutunya sambil menghempaskan gelas ke meja kayu yang lengket. "Tas itu tersimpan rapi. Tapi aku butuh jaminan," Tara memajukan duduknya, menatap langsung ke manik mata Bas yang dingin.
10889 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
Aku Memilihmu

Aku Memilihmu

tanya Anggika tanpa basa-basi pada Alex. Jangan lupa vote dan komen yah TBC Di tunggu kelanjutan nya yah🤗 pai² sampai ketemu lagi di part berikutnya 👋🏻
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
TAKDIRKU ADALAH KAMU

TAKDIRKU ADALAH KAMU

Iapun melambaikan tangannya. *** "Ada apa dengan sahabat anehmu itu???" tanya Bisma setelah cukup jauh dari tempat Naira turun. "Maksudmu??" "Naira!!" Bisma mengangguk. "Entahlah... Sepertinya ada masalah? Tapi tunggu kamu bilang apa tadi? Sahabat ANEH!? tidak! Dia sahabat terbaikku bukan aneh seperti perkiraanmu itu" sungut Tasya tak suka mendengar Bisma mengatai Naira sebagai gadis aneh.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
(Bukan) Selingkuhan Biasa

(Bukan) Selingkuhan Biasa

jawab Lexi pelan, suaranya merendah agar tidak memancing perhatian orang lain. "Aku malas kalau harus terus-menerus dikejar-kejar dan dipaksa urus perusahaan yang cabangnya sampai ke planet Mars itu. Capek, Mbak. Aku mau hidup bebas jadi orang biasa." Tasya mencibir mendengar alasan sok iye dari adik bungsunya. "Halah, gaya banget kamu mau jadi orang biasa. Orang biasa mana yang jadi supir pribadi tapi merangkap jadi pemuas nafsu nyonya cantik kayak yang di sana itu?"
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai tas biasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status