Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Belum sempat berdiri stabil, beberapa pria berambut mencolok sudah mendekat dengan tatapan cabul. Salah satu dari mereka bahkan mencoba menyentuh wajah si wanita. Insting Taring Baja langsung menyala, bukan kebetulan, melainkan jebakan. “Kalian cari mati!” Tanpa basa-basi, tinjunya melesat. BRAK! KRAKK! Suara tulang patah terdengar jelas. Pria pertama terlempar dan langsung tak sadarkan diri.
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
The New Man (Manusia Baru)

The New Man (Manusia Baru)

Sati hanya sendirian di halaman belakang, merenungi setiap jalan yang kini telah dan akan dilewati. Sesosok wanita disiplin dan tangguh mengamati Sati yang sedang merenungi nasib, seorang wanita yang berdiri di atap salah satu rumah tetangga Hans. Tatapan tajam tidak bisa dipungkiri seolah ingin menerkam mangsa di dalam pengawasan. Tiba-tiba wanita itu berlari dari satu bangunan ke bangunan bergerak sangat cepat, dalam sekejap mata sesosok wanita sudah berada tepat di depan Sati. Sati terkejut ada seorang wanita tib-tiba di hadapannya yang tidak dikenal menatap dengan tajam dan sinis. Memiliki ciri-ciri tinggi, langsing kulit berwarna coklat, rambut lurus panjang sepunggang di ikat dan memak
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Tatapan tajam dan penuh amarah langsung menghantam Adit. "Matamu di mana?! Sembarangan bawa motor!" bentaknya. Adit menelan ludah. Dari nada suaranya, wanita ini bukan tipe yang mudah diredakan hanya dengan permintaan maaf. Ia pun segera mengulurkan tangan. "Beneran saya nggak sengaja. Saya bantu berdiri, ya?"
10586.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.9K kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
WANITA YANG KAU HINAKAN

WANITA YANG KAU HINAKAN

ucap Dina lagi sambil membenarkan posisi roknya yang sangat minimalis itu yang menurutku mau dibenahi seperti apa pun juga tetap saja pahanya kelihatan. "Benar-benar keterlaluan kamu, Din! Asal kamu tahu aja ya! Ita ini yang punya rumah ini. Dia istri dari anaknya suami Bulek. Kalau kamu tidak bisa hormat padanya lebih baik pulang saja sana!" Mamah Atik menoyor kepala Dina. "Woi, siapa kamu berani menoyor istriku begitu!" bentak Wira. Aku fokus pada tangan Wira yang membawa nampan berisi penuh makanan.
7.369.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Suara percikan basah—suara batang besar yang menghujam liang sempit yang sudah banjir—terdengar jelas berbarengan dengan suara pantat beradu. Sementara itu, si kurus bertato sudah tidak sabar lagi. Dia membuka celananya dan mengeluarkan batangnya sendiri—lebih kecil dari si pria besar, tapi panjang dan melengkung sedikit ke atas. Tanpa banyak basa-basi, dia naik ke atas meja, dan memposisikan batangnya tepat di depan wajah Ajeng. "Lo jago ngisap nggak, Neng?"
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

Ada yang berkata bahwa itu adalah karena kekuatan dewa-dewa yang merasuki tubuh fana manusia, membuatnya menjadi kebal segala senjata tajam. Bryan bukan lelaki penakut, tapi hatinya ngilu saat melihat pipi seorang gadis muda peserta Tatung ditembusi dua batang besi tajam sepanjang satu meter. Sayang sekali. Gadis itu sangat cantik dengan mata bulat dan kulit seputih porselen.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
Bad Blood

Bad Blood

Ia lapar. Ia haus. Wanita itu harus segera mendapatkan apa yang ia inginkan. Tak banyak, yang terpenting bisa memuaskan dahaganya. Dengan gerakan secepat angin, wanita itu segera menarik tubuh lelaki didepannya mendekat. Gigi taring yang semula berukuran normal berubah menjadi taring yang sangat tajam dan panjang. Bahkan panjangnya taring itu melebihi batas bibir sang wanita. Sepasang gigi itu membentuk bayangan kilat yang menandakan seberapa tajam organ yang dimiliki di wanita.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 691 kali sebagai tatapan tajam wanita
Tampilkan Ulasan (7)
Baca
+Pustaka
Kikiw
kelar baca sampe ending. saran sedikit buat bab flashback, lebih baik diringkas jadi inti cerita biar pembaca gak bingung menafsirkan atau mengira salah baca. terus buat awal setia bab, mohon jangan banyak kilas balik dari bab sebelumnya, itu pengaruh koin juga kakak author. terimakasih
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Dendam Wanita Teraniaya

Dendam Wanita Teraniaya

Kinasih mengintip melalui kaca jendela, di teras berdiri empat orang pria bertubuh tinggi tegap dengan setelan jas. Diantara mereka ada seorang wanita yang tidak diketahui usianya, mungkin sepantaran Kinasih. Wanita itu berpenampilan glamour namun elegan, wajahnya yang ber-make-up tebal cukup cantik. “Siapa, Bu?” Kirana ikut mengintip, wajahnya mengkerut, dia tak mengenal orang-orang ini. “Siapa mereka?” Kinasih malah balik bertanya.
622 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Bisa dibayangkan betapa menyakitkannya tamparan itu. Di sisi Rosalin, dua wanita lain berdiri dengan tatapan tajam. Salah satunya perempuan gemuk dengan wajah tomboy dan berjerawat. Tatapannya keji, seolah menyimpan kebencian mendalam terhadap pelakor seperti Sophia. Wanita satunya lagi, tinggi dan kurus, memegang cobek yang penuh cabai merah yang telah diulek. Ia melambai-lambaikan ulekan itu di depan wajah Sophia sambil tersenyum jahat.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 944 kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
My Husband CEO Is Mafia

My Husband CEO Is Mafia

Tabitha dengan tegas berjalan mendekati wanita itu, lalu melirik Arthur tajam. “Kau!" sentak Tabitha menarik lengan wanita itu agar menghadap padanya. "Pakai pakaianmu lalu keluar dari sini!" sentak Tabitha tajam seraya menunjuk wajah wanita itu. "Atas dasar apa saya menuruti anda?" tanya si wanita tanpa ada rasa takut. Plak Tabitha menapar pipi kiri wanita itu dengan keras, si wanita memegang pipi kirinya yang terasa panas akibat tamparan yang diberikan Tabitha.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai tatapan tajam wanita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status