TETANGGA WITH BENEFIT
“Tapi info aja, ya ... apartemennya jauh dari anak-anak. Ada kamar mandi sama dapur sendiri, jadi kamu enggak bakal lihat muka mereka … kecuali Kamu mau numpang nyuci di laundry utama. Nanti aku sendiri yang pasang tirai black-out, biar mereka enggak bisa ngintip.”
“Pa!” protes Aldani.
Aku terbahak-bahak. Aldani terlihat seperti anak umur 13 tahun yang lagi dibercandain sama Papanya.
“Udah deh, Papa mau ke janji temu berikutnya. Papa enggak mau rating papa hancur.” Sahar tertawa sepanjang jalan keluar, terus sempat-sempatnya menunjuk ke kotak. “Aldani, jangan lupa bawa ini, ya!”
Hot Chapters