Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

“Nenekku bilang, senja terbaik hanya butuh dua hal—api unggun dan cokelat panas. Aku setuju.” Emily terkekeh pelan, mengangkat gelas dan meniup uap yang keluar. “Kurasa nenekmu benar.” Mereka duduk dalam diam sejenak, membiarkan suara alam dan api menjadi latar yang sempurna. Cahaya oranye dari api unggun memantul di wajah Emily, membuatnya tampak semakin lembut dan damai. “Apa kau sering datang ke tempat tempat seperti ini?” tanya Emily pelan.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Perangkap Cinta Sang Intelijen

Perangkap Cinta Sang Intelijen

Dia membersihkan wajahnya dengan kapas dan pembersih wajah. “Aku ingin ke Raja Ampat jadi aku mengubah tujuan kita, di sana juga tidak kalah bagusnya, kamu pasti akan suka,” jawab Neo pelan. Dia sudah naik ke tempat tidurnya dan mulai menutup mata, malam ini gencatan senjata berlangsung hingga Neo menahan diri bersama Tara yang menyebalkan baginya. Tara menoleh karena masih ingin mengoceh, tetapi dilihatnya Neo sudah tertidur akhirnya Tara terdiam. Perempuan itu naik ke tempat tidur dan menaruh bantal guling di tengah-tengah mereka.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as tatapan teduh
Read
+Library
WITHERED

WITHERED

Lelaki dengan potongan undercut itu menyentuh tengkuknya yang terasa dingin apalagi saat menatap Anggita yang wajah penuh pesonanya jadi seputih lembaran kertas tanpa garis ataupun titik. "Apa yang sudah terjadi di sini?" Tanya Tian yang hatinya tidak tenang saat menatap permukaan air danau yang begitu tenang dan tanpa riak.
1023.8K viewsCompletedAdded to Library 856 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Safe Haven

Safe Haven

tambah Valen sambil melirik ke arah kuda yang ditungganginya dan mendapati bahwa mereka sedang menikmati angin hujan yang menerpa badan mereka. Teddy pun menghela nafas lega karena sejujurnya dia juga tidak ingin waktu ini berakhir, Teddy ikut menikmati hujan yang membasahinya. Walaupun ia tahu besok ia harus bekerja dan terkena hujan seperti ini bisa menambah resiko sakit untuknya, tapi Teddy tidak keberatan.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

ucap Badai tak mampu menyelesaikan kalimatnya. "Berhenti mengatakannya mas, aku tak perlu mengetahuinya. Anggap saja aku maish tak mengetahui apapun supaya kau tenang dan bisa tetap nyaman menyelimutinya." ucap Jingga tanpa menatap suaminya sedikitpun. 'gepp'
825.8K viewsCompletedAdded to Library 954 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Honestly, I'm Pregnant!

Honestly, I'm Pregnant!

Langit siang tampak mendung, awan-awan tebal menggantung rendah, mengaburkan sengatan matahari yang biasanya menyiksa di musim kemarau. Angin berembus lembut, membawa serta aroma tanah basah yang khas di musim penghujan. Di halaman depan Kampus Utpala, tiga sosok duduk di bawah pohon besar, menanti dengan kesabaran yang semakin menipis.
92.3K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as tatapan teduh
Read
+Library
TIME (Indonesia)

TIME (Indonesia)

satpam itu hanya tersenyum. Aku dan kedua temanku melangkahkan kaki keluar dari gedung. "Mendung, apakah nanti akan turun hujan?" tanya Hana Siang ini, matahari tidak menyinari kota, dia tertutupi oleh awan - awan yang akan menghitam. Aku memandangi langit, "Hmm.. Mungkin," "Kalian nanti mau memesan apa?" tanya Lauren. "Aku belum kepikiran," jawabku.
9.95.5K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Layanan Telepon Panas untuk Dosen Impoten

Layanan Telepon Panas untuk Dosen Impoten

Bahkan membayangkan dirinya terlibat dengan hal seperti ini saja tidak pernah. “Lebih baik, kita turun ke bawah saja, ya, Mas. Kalau Mas terus berjalan ke dalam, khawatir Mas akan tersesat. Karena semakin dalam, Mas akan memasuki hutan. Mari saya antar ke bawah,” ajak Tedi. *** Hawa dingin terasa menyelimuti sebuah ruang apartemen. Sepertinya memang sang pemilik sengaja membuat ruangan tersebebut sangat dingin. Apa dia ingin mati kedinginan di ruangannya ini sendirian?
1089.0K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as tatapan teduh
Read
+Library
TETANGGA WITH BENEFIT

TETANGGA WITH BENEFIT

“Tapi info aja, ya ... apartemennya jauh dari anak-anak. Ada kamar mandi sama dapur sendiri, jadi kamu enggak bakal lihat muka mereka … kecuali Kamu mau numpang nyuci di laundry utama. Nanti aku sendiri yang pasang tirai black-out, biar mereka enggak bisa ngintip.” “Pa!” protes Aldani. Aku terbahak-bahak. Aldani terlihat seperti anak umur 13 tahun yang lagi dibercandain sama Papanya. “Udah deh, Papa mau ke janji temu berikutnya. Papa enggak mau rating papa hancur.” Sahar tertawa sepanjang jalan keluar, terus sempat-sempatnya menunjuk ke kotak. “Aldani, jangan lupa bawa ini, ya!”
101.5K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Para siswa berbaris bergantian menggunakannya. Ialah galon-galon berisi air bersih yang di bawahnya sudah terpasang katup keran. Di samping galon itu tersedia sabun cair yang kemasannya hanya tinggal ditekan untuk mengeluarkan sedikit sabun. “Ketua! Kamu tuh ya, bisa-bisanya narik aku buat ikutan maju,” protes Lili kepada Ridwan sambil memperhatikan para siswa melakukan aktivitasnya.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 302 Times as tatapan teduh
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status