Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Tapi Aurelie tersenyum puas sendiri. “Biarin. Rasain.” Dan sebelum dia sadar, tangannya mengetuk layar dan membisikkkan pada diri sendiri, “Sedotan baru, hati baru.” Dia mematikan lampu. Malam itu, langit Jakarta punya dua manusia absurd yang tidur dengan senyum kecil di wajah mereka. Satu karena teh tarik dan sedotan. Satu lagi karena orang yang ngajak bicara tentang teh tarik dan sedotan.
1040.4K viewsCompletedAdded to Library 808 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

"Antara ibu dan anak nggak boleh ada dendam. Aku benar-benar tulus ingin minta maaf ke ibu. Sebentar lagi aku ulang tahun, ibu datang, ya. Nanti aku akan menebus kesalahanku dengan minum tiga gelas anggur." Aku sudah tidak tahan. Zayn hanya fokus menjebakku, dia tidak peduli apa yang kupikirkan. Zayn berkata, "Umurku sudah 32 tahun, ibu nggak perlu memberiku hadiah. Dulu Tante Anisa memberiku posisi sebagai manajer, sayangnya sekarang perusahaannya bangkrut."
5.7K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as tatapan teduh
Read
+Library
PLAYBOY KENA BATUNYA

PLAYBOY KENA BATUNYA

tanyanya diantara gigi yang mengatup rapat. “Sampai pikiranmu jernih dan tidak ada lagi efek di badanmu kecuali mengigil kedinginan karena air sungai!” balas Katon. Ratih memejamkan mata sebal. Masalahnya air sungai saat ini rasanya nyaman di kulit dan memang, pikirannya masih campur aduk.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as tatapan teduh
Read
+Library
SATU ATAP DENGAN CEO JUTEK

SATU ATAP DENGAN CEO JUTEK

Sampai-sampai kedua gundukan istrinya, terasa penuh di dadanya. Farah semakin meringkuk di dalam dekapan Peter. Sepertinya, dia sedang kedinginan. Peter yang dipeluk seperti itu oleh istrinya, merasa senang bukan kepalang. Dia pun ikut memeluk istrinya dan mulai tertidur. Peter tersenyum lega, ternyata rencananya berhasil. Sang suami sengaja menyetel pendingin ruangan ke suhu yang paling rendah. Agar Farah kedinginan dan akan semakin memeluknya.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Panggilan Andi menghentikan lamunan Andi yang hampir menuju bagian paling indah. "Hah?" Andi tergagap, refleks ia mengambil bantal kecil dan menutupi area pahanya agar Ana tidak menyadari ada yang berubah di sana. "Ada rekomendasi film lain nggak?" Ana mengulang pertanyaan untuk kesekian kali. "Kita nonton pake itu aja, kan wifinya bisa koneksi ke Netlix." Andi menunjuk televisi layar lebar yang ada di di dinding.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Pewaris Tunggal Pura-pura Miskin

Pewaris Tunggal Pura-pura Miskin

Dasar ya, Atul! Atul juga meminta izin akan pasang foto kami yang lagi basah-basahan itu karena diguyur oleh hujan di aplikasi birunya. Dengan seketika kedua mataku melotot. Aku tak mengizinkan fotoku disebar di aplikasi biru. Aku menjinjing kedua telinga Atul. “Ampun Bang Husien! Iya, deh, aku janji enggak usil lagi,” teriak Atul.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as tatapan teduh
Read
+Library
CINDERELLA MILIK CASANOVA

CINDERELLA MILIK CASANOVA

Hawa dingin menusuk kalbu. Rintik hujan masih membasahi. Senja melukiskan keindahan di langit sore. Menyalakan api di tungku perapian yang nantinya aspanya di keluarkan melalui cerobong asap di atas. Penduduk di sekitar sini kebanyakan membaut perapian untuk menghangatkan ini adalah cara terbaik untuk menghangatkan badan. Berpuluh tahun baru kali ini Devano merasakan api di dalam tungku rumah. Sesekali dia mengusap tangannya karena dingin. Sweaternya bahkan tidak mampu menampung dinginnya tubuh.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as tatapan teduh
Read
+Library
INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

💍 Malam di Garut turun bersama sisa-sisa hujan sore tadi, meninggalkan hawa dingin yang menusuk tulang dan aspal basah yang berkilat memantulkan cahaya lampu jalan. Di sebuah sudut kedai kopi yang remang-remang, tidak jauh dari alun-alun, Tendi duduk dengan gelisah. Tangannya yang gemetar berkali-kali meremas ponsel di atas meja. Di seberangnya, duduk salah satu pria berbadan tegap sewaan Hamdani yang mengawasinya seperti elang mengintai mangsa. *Bzzzt… Bzzzt….*
103.4K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as tatapan teduh
Read
+Library
Gadis Sejuta Dollar

Gadis Sejuta Dollar

tanya Albin basa basi sambil membetulkan kacamata hitamnya yang sedikit turun. Ia sedang berjalan kaki menuju Pepper Academy saat. Langit siang ini tertutup arakan awan mendung. Udara terasa sejuk hingga Albin merasa ia tidak membutuhkan payung seperti cuaca sedang panas. Hoodie berbahan katun tipis melindungi kulitnya dari sinar matahari.
9.656.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as tatapan teduh
Read
+Library
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Suapan demi suapan dilakukan oleh Nek Iyam, tetapi rasa kenyamanan dalam makan pun hilang seketika. Kakek Samad mencoba mencari pembicaraan, agar kondisi menjadi santai. Dan rasa takut pun akan hilang seketika. Lelaki tua itu mengawali dengan membicarakan sawah-sawah yang hijau, tanaman yang subur, burung, orang-orang yang membuat dia sering tertawa, dan masih banyak yang lainnya. Cara seperti itu pun sangat ampuh untuk bisa meredam rasa kekhawatiran kepada yang tidak terlihat jadi terlihat—makhluk astral.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as tatapan teduh
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status