Satria Idaman Wanita
Kiki mencibir lucu, lalu kembali menatap Satria dengan tatapan tajam dan penuh arti yang seolah berkata, 'Nanti kita lanjutin lagi urusan kita di bawah bantal itu.
Tepat saat itu, Vera muncul dari arah dapur membawa nampan berisi teko teh hangat. Aroma teh melati langsung memenuhi ruangan. Vera melihat wajah merah Laras, wajah jahil Kiki, dan Satria yang masih memeluk bantal. Dia mengernyitkan dahi, merasa ketinggalan sesuatu tapi memilih tidak bertanya.
"Minum dulu, Satria," kata Vera sambil menuangkan teh. "Biar tenang saraf-sarafnya."