Godaan Panas Tetangga Baru
Di tengah aktivitasnya menyeduh teh, telinganya samar-samar menangkap gumaman Halimah yang hampir seperti bisikan, “Anak muda zaman sekarang. Untung Damian itu sabar.”
Fara menghela napas panjang, mendengar gumaman itu dengan perasaan campur aduk. “Astaga, malu banget,” pikirnya sambil menuangkan teh ke dalam cangkir. Ia berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi kekacauan ini di lain waktu.
Kembali ke ruang tamu dengan secangkir kopi panas di tangan, Fara berusaha menenangkan dirinya. “Ini, Bu. Tehnya. Saya harap cocok dengan selera Ibu.”