Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adinda

Adinda

“Kenapa kamu belum tidur, Nak? Sudah waktunya kamu istirahat.” Perlahan Beliau mulai mendekati sang putra yang kembali menatap kosong langit-langit. Pada meja yang ada di sampingnya. Berdiri sebuah botol dengan tulisan ‘Johnnie Walker JW Black Label’ sebuah—yang mungkin akan dianggap asing oleh orang awam. Namun, tidak bagi seorang Giyo Ramadhan. Sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, dia sudah terbiasa dengan minuman seperti itu.
1018.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai temanku
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Adiarizki
Terima kasih banyak juga untuk Rea yang sudah berkenan mengirimkan Permatanya, hingga detik ini Autoa sendiri masih belum percaya. REA begitu solid dalam memberikan Autoa semangat untuk selalu maju, dan belajar.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Baca Semua Ulasan
SUKRAMANGALA

SUKRAMANGALA

tanyanya penasaran. Para peneliti melayangkan pandang pada Julia dengan sorot mata gusar dan menghela napas kecil. “Kita memang menemukannya, nama tumbuhannya bernama Anuma, tetapi tumbuhan itu sudah tidak banyak lagi di Venus dan hampir punah. Kami hanya bisa mendapatkan sedikit daunnya untuk sempel,” jelas salah satu peneliti.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Aku merespon dengan tertawa kecil mengejek. “Nah, Tuan sekalian ... ayo, kita masuk!" Tanka merapalkan mantra. Mantra-mantra yang dia tulis bercampur dan menyatu menjadi sangat terang hingga membutakan mataku untuk beberapa detik. “Ayo, Tuan Akion.” Tanka terbang di atas wajahku. Dia bergerak dengan sangat lincah, rasa bahagia meluap dari wajahnya. Kami masuk ke perut Gunung Berk.
9.883.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai temanku
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
Viens Aisling
Halo saya Viens, saya usahakan dua hari update sehari libur. kalau tidak ada kendala mungkin bisa update setiap hari. terima kasih karena telah membaca perjalanan Akion sampai sejauh ini. terima kasih banyak atas masukannya
Baca Semua Ulasan
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

Tepi lubang itu membuat semacam tembok yang menghalangi air untuk masuk ke dalamnya. “Luar biasa!” decak Arya. “Sungai ini terputus, Arya! Di kemudian hari ini akan jadi telaga, bukan lagi sungai Padma!” seru Ki Bayanaka tak kalah kagum. “Aku namakan busur ini Agnitama. Ya, busur Agnitama!”
1098.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Wandi pun meminta kerja sama teman-temannya untuk mencatat hal-hal aneh sekecil apapun terkait lokasi yang terbakar itu. “Gua pernah dengar kalau di dalam areal itu ada sebuah danau keramat. Masyarakat dilarang masuk ke sana. Konon ada penduduk yang katanya nyiduk air di sana buat diminum, eh besoknya dia pegal-pegal terus sekarang orangnya lumpuh. Katanya gara-gara air danau yang dia minum itu,” ucap Ronco. “Ada cerita begituan ya? Kok gua ga pernah denger ya? Lu kok ga pernah cerita sih?” ucap Rianty.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Tatkala memasuki ruang tamu, "Kamu ... Kenapa? Rumahku jelek ya?" Al menggeleng tegas, bagaimana mungkin rumah semegah itu dikatakan jelek? "Papa ... Dia siapa?" seorang gadis cantik, berkuncir dua. Datang menghampiri, tampak heran dengan kedatangan Al. Senyum mengembang, terus tercetak dari bibir Jimmy. "Hallo sayang," sapa Al, menatap Naura lekat. "Ini namanya Tante Alya, dia ... Teman sekantor Papa," ujarnya, belum berani jujur tentang niat untuk menikahi Alya.
1012.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

"Ini air, minumlah untuk menghilangkan dahaga dan juga rasa lelah." Karena kupikir ini hanyalah air putih, buru-buru kutenggak. Namun, saat air itu menyentuh lidahku, kurasa ini bukan air putih karena ada rasa asam dan sedikit pahit, ada sedikit rasa kapur juga. "Sekar, ini air apa?" "Itu ramuan untuk menghilangkan rasa capek. Sekarang istirahatlah di kamar. Besok aku akan menikah, kita harus menjaga kebugaran."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Hana memiliki rambut gelap panjang dan memegang tongkat lipat berwarna putih sebagai tanda bahwa ia adalah tunanetra. Hana berjalan dengan postur tubuh yang tegak dan memancarkan aura ketenangan yang kontras dengan lingkungan kafe yang ramai. Pelayan itu membantunya menuju meja Mela. "Silakan, Mbak!" bisik pelayan itu dengan nada ramah sebelum undur diri.
853 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Si Kumis Berantakan membuat gerakan menyembelih dengan tangannya. Si Badan Gempal dan temannya yang bertubuh cungkring serta merta menunduk. Tidak berani lagi meningkahi perkataan Si Kumis Berantakan dengan kelakar pongah. Sepeninggal Si Kumis Berantakan, Puti Tan mendekati Kuranji. “Kuranji, kamu yakin kita akan menunggu di sini?” bisik Puti Tan. “Lihat tempat ini! Tidak layak untuk dihuni manusia sama sekali. Ini bekas kandang sapi atau … mungkin juga kerbau.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Dendam Mantan!

Dendam Mantan!

"Tahu deh." "Jangan ngambek dong Kalkalku sayang," bujuk Tami lembut. "Malam ini gue emang pusing, tapi enggak tahu besok. Jadi tunggu aja ya, siapa tahu gue ada ide brilian lain buat lo balas dendam karena benar kata lo, Rajendra enggak akan kapok kalau dikasih pelajaran. Mentang-mentang digilai banyak cewek, dia jadi seenaknya."
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai temanku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status