Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

Tepi lubang itu membuat semacam tembok yang menghalangi air untuk masuk ke dalamnya. “Luar biasa!” decak Arya. “Sungai ini terputus, Arya! Di kemudian hari ini akan jadi telaga, bukan lagi sungai Padma!” seru Ki Bayanaka tak kalah kagum. “Aku namakan busur ini Agnitama. Ya, busur Agnitama!”
1098.3K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as temanku
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Wandi pun meminta kerja sama teman-temannya untuk mencatat hal-hal aneh sekecil apapun terkait lokasi yang terbakar itu. “Gua pernah dengar kalau di dalam areal itu ada sebuah danau keramat. Masyarakat dilarang masuk ke sana. Konon ada penduduk yang katanya nyiduk air di sana buat diminum, eh besoknya dia pegal-pegal terus sekarang orangnya lumpuh. Katanya gara-gara air danau yang dia minum itu,” ucap Ronco. “Ada cerita begituan ya? Kok gua ga pernah denger ya? Lu kok ga pernah cerita sih?” ucap Rianty.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 227 Times as temanku
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Tatkala memasuki ruang tamu, "Kamu ... Kenapa? Rumahku jelek ya?" Al menggeleng tegas, bagaimana mungkin rumah semegah itu dikatakan jelek? "Papa ... Dia siapa?" seorang gadis cantik, berkuncir dua. Datang menghampiri, tampak heran dengan kedatangan Al. Senyum mengembang, terus tercetak dari bibir Jimmy. "Hallo sayang," sapa Al, menatap Naura lekat. "Ini namanya Tante Alya, dia ... Teman sekantor Papa," ujarnya, belum berani jujur tentang niat untuk menikahi Alya.
Hot Chapters
1012.6K viewsOn holdAdded to Library 489 Times as temanku
Read
+Library
Gantari

Gantari

"Ini air, minumlah untuk menghilangkan dahaga dan juga rasa lelah." Karena kupikir ini hanyalah air putih, buru-buru kutenggak. Namun, saat air itu menyentuh lidahku, kurasa ini bukan air putih karena ada rasa asam dan sedikit pahit, ada sedikit rasa kapur juga. "Sekar, ini air apa?" "Itu ramuan untuk menghilangkan rasa capek. Sekarang istirahatlah di kamar. Besok aku akan menikah, kita harus menjaga kebugaran."
1.5K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as temanku
Read
+Library
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as temanku
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Hana memiliki rambut gelap panjang dan memegang tongkat lipat berwarna putih sebagai tanda bahwa ia adalah tunanetra. Hana berjalan dengan postur tubuh yang tegak dan memancarkan aura ketenangan yang kontras dengan lingkungan kafe yang ramai. Pelayan itu membantunya menuju meja Mela. "Silakan, Mbak!" bisik pelayan itu dengan nada ramah sebelum undur diri.
728 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as temanku
Read
+Library
Kuranji

Kuranji

Si Kumis Berantakan membuat gerakan menyembelih dengan tangannya. Si Badan Gempal dan temannya yang bertubuh cungkring serta merta menunduk. Tidak berani lagi meningkahi perkataan Si Kumis Berantakan dengan kelakar pongah. Sepeninggal Si Kumis Berantakan, Puti Tan mendekati Kuranji. “Kuranji, kamu yakin kita akan menunggu di sini?” bisik Puti Tan. “Lihat tempat ini! Tidak layak untuk dihuni manusia sama sekali. Ini bekas kandang sapi atau … mungkin juga kerbau.”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as temanku
Read
+Library
Dendam Mantan!

Dendam Mantan!

"Tahu deh." "Jangan ngambek dong Kalkalku sayang," bujuk Tami lembut. "Malam ini gue emang pusing, tapi enggak tahu besok. Jadi tunggu aja ya, siapa tahu gue ada ide brilian lain buat lo balas dendam karena benar kata lo, Rajendra enggak akan kapok kalau dikasih pelajaran. Mentang-mentang digilai banyak cewek, dia jadi seenaknya."
2.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as temanku
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status