RANJANG BERDARAH
"Kamu tidak punya itu, Mas. Rasa malu pun sudah kamu kuliti hingga yang tersisa hanya kebodohan."
Sesaat Bahar terdiam, detik berikutnya dia tertawa.
"Haha ... menarik. Ini adalah sikapmu yang paling kusuka Jihan. Berani dan jual mahal. Sikap yang tidak dimiliki No--"
"Cukup, Mas!" Nova menyela. Perempuan berwajah manis itu berdiri di antara Jihan dan Bahar. "Selama ini aku bungkam, bukan berarti tak merasa. Hanya karena aku berasal dari keluarga miskin yang biaya pengobatannya kamu tanggung sejak lama, bukan berarti kamu bisa memperlakukanku seenaknya. Mbak Jihan benar. Mungkin kamu punya segalanya, tapi kamu tidak punya akhlak dan rasa malu. Ketika manusia hidup tanpa aturan, dia akan terj
Bab Populer